Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan telah ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat (AS) di tengah serangan skala besar terhadap Venezuela. Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu (4/1/2026), menambah panjang daftar pemimpin negara yang pernah ditahan oleh AS dengan beragam dalih.
Menurut laporan BBC dan Al-Jazeera, penangkapan Maduro terjadi pada Sabtu (3/1) waktu setempat, sebelum ia diterbangkan ke AS. Mureks mencatat bahwa penangkapan ini terjadi setelah Presiden Trump berulang kali menuduh Maduro terlibat dalam kartel narkoba, bahkan menetapkannya sebagai buronan kasus narkoba dengan imbalan hingga Rp 815 miliar.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Maduro sendiri telah berulang kali membantah tuduhan tersebut. Namun, AS tetap melancarkan operasi militer besar-besaran yang menargetkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba dari Venezuela. Eskalasi situasi memuncak hingga AS melakukan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya.
Manuel Noriega
Penangkapan Maduro mengingatkan pada kasus Manuel Noriega, pemimpin militer dan de facto Panama yang digulingkan oleh invasi AS pada tahun 1989. AS beralasan invasi tersebut untuk melindungi warga negaranya di Panama, serta mengatasi praktik tidak demokratis, korupsi, dan perdagangan narkoba ilegal yang dilakukan Noriega.
Sama seperti Maduro, Noriega juga didakwa oleh AS atas penyelundupan narkoba di Miami pada tahun 1988, setahun sebelum invasi. Padahal, Noriega awalnya merupakan sekutu AS. Namun, ia mulai menunjukkan ketidakpatuhan, seperti memaksa Nicolas Ardito Barletta mengundurkan diri pada 1985 dan membatalkan pemilihan umum 1989, serta mendukung sentimen anti-AS.
Invasi AS ke Panama menjadi operasi tempur terbesar AS sejak Perang Vietnam. Pemerintah AS membenarkan operasi tersebut, salah satunya dengan tujuan membawa Noriega ke AS untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba demi “memperbaiki nasib rakyat Panama”.
Noriega diadili dan dipenjara di AS hingga tahun 2010. Setelah itu, ia diekstradisi ke Prancis untuk persidangan lain, sebelum akhirnya dikirim kembali ke Panama setahun kemudian. Noriega meninggal di penjara Panama pada tahun 2017 saat menjalani hukuman atas kejahatannya.
Saddam Hussein
Daftar pemimpin yang ditangkap AS juga mencakup Saddam Hussein, Presiden Irak yang ditahan oleh pasukan AS pada 13 Desember 2003. Penangkapan ini terjadi sembilan bulan setelah invasi dan pendudukan Irak yang dipimpin AS, yang didasarkan pada intelijen palsu mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal (WMD) oleh Baghdad.
Sama seperti Noriega, Saddam juga pernah menjadi sekutu utama Washington selama bertahun-tahun, terutama selama Perang Irak-Iran pada 1980-an yang menewaskan satu juta orang. Namun, menjelang perang 2003, AS mengklaim tanpa dasar bahwa Saddam mendukung kelompok bersenjata seperti al-Qaeda, meskipun tidak ada WMD yang pernah ditemukan di Irak.
Saddam ditemukan bersembunyi di sebuah lubang dekat kota kelahirannya, Tikrit. Ia kemudian diadili di pengadilan Irak dan dijatuhi hukuman mati. Eksekusi gantung terhadap Saddam Hussein atas kejahatan terhadap kemanusiaan dilakukan pada 30 Desember 2006.
Juan Orlando Hernandez
Kasus Juan Orlando Hernandez dari Honduras menyoroti apa yang oleh beberapa pengamat disebut sebagai pendekatan munafik oleh AS. Hernandez ditangkap di rumahnya di Tegucigalpa pada Februari 2022 melalui operasi gabungan agen AS dan pasukan Honduras, hanya beberapa hari setelah ia lengser dari jabatannya sebagai presiden.
Pada April 2022, Hernandez diekstradisi ke AS atas dugaan keterlibatan dalam korupsi dan perdagangan narkoba ilegal, dan pada Juni tahun yang sama, ia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara. Namun, pada 1 Desember 2025, Presiden AS Donald Trump memberikan pengampunan kepadanya.
Beberapa hari setelah pembebasannya dari penjara AS, jaksa penuntut umum Honduras mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Hernandez. Situasi ini semakin memperparah kekacauan hukum dan politik di Honduras.






