Pemerintah Kuba mengumumkan sedikitnya 32 warganya tewas dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari. Operasi militer Washington tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian diterbangkan ke AS untuk diadili.
Rentetan serangan militer AS di Venezuela pada akhir pekan lalu memicu reaksi keras dari sekutu-sekutu Caracas, termasuk Havana. Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, sebelumnya mengecam serangan AS tersebut sebagai “serangan kriminal” dan menyatakan bahwa “zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal”.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Kuba Umumkan Korban Jiwa
Dalam pengumuman terbaru melalui televisi nasionalnya pada Minggu (4/1) waktu setempat, pemerintah Kuba mengonfirmasi bahwa warga negaranya menjadi korban jiwa dalam rentetan serangan AS di Venezuela. Otoritas Havana menyebut serangan Washington terhadap Caracas itu sebagai “serangan kriminal”.
“Sebagai akibat dari serangan kriminal yang dilancarkan oleh pemerintah Amerika Serikat (terhadap Venezuela), sebanyak 32 warga Kuba kehilangan nyawa mereka dalam operasi tempur,” demikian pernyataan pemerintah Kuba yang dibacakan di televisi nasional negara itu.
Mureks mencatat bahwa tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi kematian puluhan warga Kuba di Venezuela tersebut.
Klaim Korban dari Berbagai Pihak
Presiden AS Donald Trump, saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat, menyebut sejumlah besar personel keamanan Kuba yang mengawal Maduro tewas dalam operasi militer AS. Trump menyatakan para personel keamanan itu tewas saat pasukan AS melaksanakan operasi penangkapan pemimpin Venezuela tersebut.
“Anda tahu, banyak orang Kuba tewas kemarin,” ucap Trump. “Sangat disayangkan, ada banyak kematian di pihak lawan,” imbuhnya, tanpa menyebutkan jumlah pasti warga Kuba yang tewas.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela, Padrino Lopez, mengatakan bahwa “sebagian besar” pengawal keamanan Maduro dibunuh “dengan kejam”, begitu pula sejumlah personel militer dan warga sipil. Namun, Lopez juga tidak memberikan angka pastinya.
Sebuah kelompok dokter Venezuela melaporkan kepada AFP bahwa sekitar 70 orang tewas dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan militer AS tersebut.






