Pemerintah Indonesia berhasil memenangkan bidding untuk hotel di Kampung Haji, Arab Saudi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menekan biaya perjalanan haji bagi jemaah asal Indonesia, sesuai target Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, rencana pembangunan Kampung Haji tersebut dibahas dalam retreat kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bojong Koneng, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Pantauan Mureks, pertemuan tersebut fokus pada berbagai program strategis pemerintah.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Prasetyo Hadi merinci, Kampung Haji nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. “Nanti kita akan bangun Kampung Hajinya itu. Jadi yang ada hotel, ada mal, dan lain-lain itu ya? Iya, kita berharap juga ada klinik di situ, kemudian kita berharap juga ada food court gitu,” ujar Prasetyo di Hambalang.
Menurut Prasetyo, keberadaan Kampung Haji akan memberikan kenyamanan dan representasi bagi jemaah Indonesia. Fasilitas ini juga akan menjamin aspek makanan dan kesehatan. “Mungkin secara apa namanya makanan juga terjamin, secara kesehatan juga terjamin, dan bisa dimanfaatkan juga selain untuk haji tetapi untuk kepentingan umrah yang jumlah jemaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta dalam satu tahun. Ini sebuah potensi yang cukup besar,” tambahnya. Mureks mencatat bahwa jumlah jemaah umrah yang signifikan ini menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan fasilitas tersebut.
Presiden Prabowo Subianto secara khusus menargetkan agar biaya perjalanan haji dapat ditekan semaksimal mungkin. “Ya kita tentunya memiliki target supaya bisa semurah mungkin karena ujungnya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jemaah kita dengan berbagai skenario dan berbagai cara ya,” tegas Prasetyo.
Selain pengembangan Kampung Haji, pemerintah juga tengah bernegosiasi untuk menambah jumlah penerbangan. Langkah ini bertujuan untuk mempersingkat waktu tunggu jemaah haji. “Kalau sekarang ini kan total kita kurang lebih di 41 hari ya,” kata Prasetyo.
Pemerintah menargetkan durasi perjalanan haji bisa setara dengan Malaysia yang rata-rata 31 hari. “Kita menargetkan Bapak Presiden berharap bisa setidak-tidaknya seperti Malaysia. Malaysia kurang lebih di 31 hari. Tentunya kalau terjadi pengurangan yang sangat signifikan dari sisi jumlah hari maka itu akan bisa mengurangi cost haji kita,” pungkasnya.






