Keuangan

Prabowo Targetkan Swasembada Protein Nasional, Genjot Produksi Ikan dan Telur Ayam

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada protein di Indonesia, menyusul keberhasilan negara dalam mencapai swasembada beras. Arahan ini disampaikan Prabowo dalam Retret Kabinet Awal Tahun yang berlangsung di kediaman pribadinya, Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa, 7 Januari 2026.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan penekanan khusus kepada jajarannya agar Indonesia segera mencapai kemandirian pangan di luar beras. “Di dalam pembekalan atau retreat, Bapak Presiden memberikan penekanan-penekanan bahwa secepatnya kita harus juga berhasil swasembada selain beras. Jagung kita harus bisa swasembada sendiri, bawang juga kita harus bisa swasembada sendiri, termasuk swasembada protein,” tegas Prasetyo saat memberikan keterangan pers usai retret.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Salah satu fokus utama adalah program pemberdayaan kampung-kampung nelayan yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi ikan sebagai sumber pangan berprotein tinggi. Menurut Mureks, pemerintah juga telah menyepakati pembangunan sekitar 1.582 kapal tangkap ikan baru untuk mendukung sektor perikanan nasional.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga meminta KKP untuk mengembangkan budidaya ikan darat atau air tawar. Badan Gizi Nasional (BGN), yang merupakan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG), diharapkan dapat berperan sebagai offtaker atau pembeli tunggal hasil budidaya ikan air tawar tersebut. “Kemudian juga Bapak Presiden memberikan penekanan untuk sesegera mungkin kita mengembangkan apa namanya budidaya ikan darat yang ini diharapkan nanti offtaker-nya dari BGN juga,” jelas Prasetyo.

Selain ikan, produksi telur ayam juga menjadi prioritas untuk digenjot dari dalam negeri. Prasetyo menilai program MBG kembali menghadirkan potensi bisnis yang besar, di mana telur ayam dapat langsung dibeli oleh BGN.

Jika program MBG menyentuh 82 juta penerima, dengan asumsi setiap penerima mendapatkan satu butir telur per hari, maka dibutuhkan 82 juta butir telur setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperkirakan sekitar 800 hingga 900 juta ekor ayam petelur perlu disiapkan. “Tadi kalau per hari ini kurang lebih ayam yang dibutuhkan hampir mencapai 800-900 juta kalau tidak salah, 800 juta ekor ayam yang kita butuhkan untuk memenuhi semua protein,” pungkas Prasetyo.

Mureks