Internasional

Prabowo: “Kita Bisa Bangun 600 Hunian Cepat,” Apresiasi Sinergi BUMN di Aceh Tamiang

Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Jumat (2/1/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana melalui program BUMN Peduli, yang turut melibatkan Bank Mandiri.

Program pembangunan Huntara ini merupakan inisiatif kolaboratif BUMN yang diorkestrasi oleh Danantara Indonesia dan BP BUMN. Fokus utamanya adalah menyediakan hunian yang layak, bermartabat, aman, dan memenuhi standar bagi masyarakat terdampak, sebagai wujud kehadiran negara.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta jajaran direksi BUMN yang terlibat. BUMN yang berpartisipasi meliputi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BUMN Karya, PLN, Telkomsel, dan PT Perkebunan Nusantara.

Prabowo menegaskan tujuan negara untuk segera meringankan penderitaan masyarakat. “Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas pihak, terutama peran aktif BUMN di lapangan. Capaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini, Mureks mencatat bahwa merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas pihak, terutama peran aktif BUMN dalam mendukung proses pelaksanaan di lapangan. “Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Senada, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. “Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelas Dony.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa keterlibatan Bank Mandiri dalam pengadaan Huntara Aceh Tamiang merupakan wujud sinergi nasional BUMN. Hal ini untuk memastikan kehadiran negara dirasakan oleh masyarakat terdampak bencana. “Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri, saat ini tengah mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami percaya, sinergi lintas BUMN menjadi kunci untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Ari.

Danantara Indonesia, melalui sinergi lintas BUMN, menargetkan pembangunan 15.000 unit Huntara secara nasional dalam tiga bulan ke depan. Ini bertujuan untuk memastikan hunian layak sementara segera tersedia bagi keluarga yang terdampak langsung bencana. Ari menambahkan, peran Bank Mandiri tidak hanya pada dukungan pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menyeluruh dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. “Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan usaha serta akses layanan keuangan yang inklusif,” tambahnya.

Proyek pembangunan Huntara di Aceh Tamiang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya di bawah naungan Danantara Indonesia. Setiap unit dirancang dengan standar kelayakan huni dan mengikuti konsep modular untuk kecepatan dan kualitas pembangunan. Fasilitas pendukung meliputi dua kasur per unit, lemari, kipas angin, akses listrik dan Wi-Fi gratis, MCK komunal terpisah untuk sanitasi, serta fasilitas umum seperti klinik kesehatan dan taman bermain anak.

Melalui sinergi dan akselerasi pembangunan Huntara ini, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana. Hal ini sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan yang adaptif dan responsif.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, Bank Mandiri juga menugaskan 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana. Para relawan ini akan melanjutkan pendampingan warga terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Aceh. Mereka berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club, menggantikan relawan tahap awal.

Dalam kegiatan pendampingan, relawan membantu penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan sekolah, serta mendukung operasional posko tanggap bencana. Dukungan yang diberikan mencakup pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan dasar, kegiatan belajar sementara bagi anak-anak, serta pendampingan psikososial bagi warga terdampak. “Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa pemulihan dengan lebih tertata, sekaligus memulihkan kembali rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” pungkas Ari.

Mureks