Internasional

Somaliland Tegas Bantah Klaim Somalia soal Penampungan Pengungsi Palestina dan Pangkalan Militer Israel

Kementerian Luar Negeri Republik Somaliland pada Jumat (02/01) dengan tegas membantah kabar yang menyebut pemerintahnya setuju menampung pengungsi Palestina dan mendirikan pangkalan militer Israel. Bantahan ini muncul setelah Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, melontarkan klaim tersebut dalam sebuah wawancara.

Sebelumnya, Presiden Mohamud kepada Al Jazeera menyatakan bahwa berdasarkan informasi intelijen yang pihaknya miliki, Israel sepakat mengakui Somaliland dengan tiga syarat utama. Syarat-syarat tersebut meliputi Somaliland akan menjadi pemukiman bagi warga Palestina, pendirian pangkalan militer Israel di Teluk Aden, serta kepatuhan terhadap Perjanjian Abraham yang terkait dengan normalisasi hubungan dengan Israel.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X pada Kamis (1/1), Kementerian Luar Negeri Somaliland menolak semua tudingan yang disampaikan oleh Presiden Somalia tersebut. “Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang disampaikan Presiden Somalia terkait dugaan pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu Somaliland.

Dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Somaliland juga menegaskan bahwa hubungan antara Somaliland dan Israel murni bersifat diplomatik dan dijalankan sesuai dengan hukum internasional yang berlaku. Menurut Mureks, penekanan pada aspek diplomatik ini penting untuk memahami posisi Somaliland di kancah internasional.

Di sisi lain, lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi berencana mengunjungi Israel pada bulan ini. Kunjungan tersebut disebut-sebut akan menjadi momen pengumuman bergabungnya Somaliland dalam Perjanjian Abraham. Mureks mencatat bahwa laporan dari Kan ini memberikan dimensi baru pada dinamika hubungan Somaliland dan Israel.

Laporan Kan juga merinci bahwa sejumlah perjanjian bilateral tambahan direncanakan untuk ditandatangani. Perjanjian ini mencakup berbagai bidang penting, termasuk pertanian, pertambangan dan minyak, keamanan, infrastruktur, serta pariwisata.

Motif di balik pengakuan tiba-tiba Israel terhadap Somaliland masih menjadi tanda tanya besar hingga saat ini. Namun, para analis menyakini bahwa hal ini didorong oleh posisi strategis wilayah Somaliland yang berada di gerbang Laut Merah. Lokasi ini dinilai krusial bagi Israel untuk menghadapi kelompok Houthi yang aktif di kawasan tersebut.

Mureks