Internasional

Ketegangan Saudi-UEA Memanas di Yaman, Bandara Aden Sempat Ditutup Picu Kekacauan Penerbangan

ADEN, YAMAN – Bandara Internasional Aden, gerbang utama wilayah Yaman selatan yang berada di luar kendali kelompok Houthi, sempat ditutup pada Kamis (1/1/2026) waktu setempat. Penutupan ini terjadi seiring memanasnya ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman, memicu kekacauan bagi ratusan penumpang yang memadati terminal.

Penutupan bandara ini menjadi pukulan telak bagi mobilitas sipil dan medis di wilayah yang dilanda konflik berkepanjangan. Banyak warga yang terpaksa menunggu tanpa kepastian, termasuk mereka yang membutuhkan perawatan medis mendesak.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Saya sudah menunggu penerbangan ke Kairo untuk pengobatan,” ujar Awadh al-Subaihi, salah satu penumpang, kepada Reuters, Jumat (2/1/2026). “Kami menderita, dan banyak pasien serta orang lanjut usia di sini menunggu dalam situasi yang sangat sulit.”

Konflik di Yaman telah lama menjadi arena persaingan pengaruh antara Riyadh dan Abu Dhabi. Arab Saudi memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Sementara itu, UEA memberikan dukungan kepada Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC), sebuah kelompok milisi yang berambisi mendirikan negara Yaman Selatan.

Sumber-sumber di Yaman melaporkan bahwa penerbangan dari dan menuju Aden kemudian dilanjutkan untuk semua rute internasional, kecuali tujuan ke Uni Emirat Arab. Namun, Reuters menyatakan belum dapat mengkonfirmasi informasi tersebut secara independen. Mureks mencatat bahwa ketidakpastian informasi semacam ini sering terjadi di tengah konflik yang kompleks.

Penghentian lalu lintas udara ini dipicu oleh perselisihan mengenai pembatasan penerbangan ke UEA. Kementerian Transportasi Yaman, yang berada di bawah kendali Dewan STC, menuduh Arab Saudi memberlakukan blokade udara. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut Riyadh mewajibkan seluruh penerbangan melalui Arab Saudi untuk pemeriksaan tambahan.

Kementerian sempat menyampaikan keberatan, namun pihak Saudi menjelaskan bahwa pembatasan itu hanya berlaku untuk penerbangan antara Aden dan UEA. Meski demikian, tudingan blokade itu dibantah oleh sumber Saudi. Menurutnya, bukan Arab Saudi yang menutup bandara, melainkan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

“Pemerintah Yaman memberlakukan pembatasan pada penerbangan Aden-UEA untuk meredam ketegangan. Otoritas transportasi di selatan justru merespons dengan menutup total lalu lintas udara,” ujar sumber Saudi tersebut.

Hingga Jumat (2/1/2026), pejabat di kantor Menteri Transportasi Yaman juga membantah telah mengeluarkan keputusan penutupan bandara. Pimpinan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang saat ini berada di Arab Saudi setelah STC merebut sebagian besar wilayah selatan bulan lalu, belum memberikan komentar resmi. Kementerian Luar Negeri UEA juga belum menanggapi permintaan klarifikasi terkait insiden ini.

Perseteruan ini mencerminkan retakan yang semakin dalam antara Arab Saudi dan UEA di Yaman. UEA diketahui mendukung STC yang bulan lalu merebut kendali atas sebagian besar wilayah Yaman selatan dari pemerintah yang didukung Saudi. Riyadh memandang langkah itu sebagai ancaman serius terhadap stabilitas dan integritas Yaman.

Mureks