Internasional

Penembakan Renee Nicole Good oleh ICE di Minneapolis Picu Protes, Keluarga Bantah Klaim Bela Diri

Renee Nicole Good, seorang perempuan berusia 37 tahun, tewas ditembak oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu waktu setempat. Insiden tragis ini terjadi persis di depan mobilnya, memicu gelombang demonstrasi di berbagai kota di AS.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dengan cepat mengklaim bahwa kematian Good merupakan tindakan membela diri dari aparat. Namun, otoritas lokal dan sejumlah saksi membantah pernyataan tersebut, bahkan dengan bukti rekaman video yang disebut-sebut bertentangan dengan klaim pemerintah.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kematian Good telah menyulut kemarahan publik, mendorong demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota di Amerika Serikat. Solidaritas juga mengalir deras, dengan lebih dari US$800.000, atau sekitar Rp 13 miliar, telah terkumpul untuk mendukung keluarga yang ditinggalkan.

Siapa Renee Nicole Good?

Renee Nicole Good dikenal sebagai seorang penyair berbakat. Ia pernah dianugerahi penghargaan puisi bergengsi Academy of American Poets pada tahun 2020 saat masih menempuh pendidikan di Old Dominion University Virginia, mengambil jurusan sastra Inggris.

Dalam biografi yang ditulis untuk penghargaan tersebut, Good digambarkan sebagai sosok yang menyukai maraton film dan menciptakan “karya seni yang berantakan bersama putri dan kedua putranya.” Catatan Mureks menunjukkan, akun media sosial Instagram-nya juga mencerminkan identitasnya sebagai “Penyair dan penulis dan istri dan ibu dan pemain gitar payah dari Colorado; sedang menikmati Minneapolis, MN dan memiliki emoji bendera pelangi LGBTQ+.”

Ia memiliki dua anak dari dua pernikahan sebelumnya. Saat insiden penembakan terjadi, Good tinggal di Minneapolis bersama istrinya, membesarkan putra bungsunya yang berusia enam tahun.

Meskipun pemerintahan Trump menuduh Good membahayakan nyawa agen imigrasi federal, ibunya, Donna Ganger, dengan tegas membantah tuduhan tersebut kepada Minnesota Star-Tribune. “Dia telah merawat orang sepanjang hidupnya. Dia penyayang, pemaaf, dan penuh kasih sayang. Dia adalah manusia yang luar biasa,” kata Ganger, seperti dikutip AFP, Jumat (9/1/2026).

Senada dengan sang ibu, mantan suami pertama Good, yang menolak disebutkan namanya, juga menyatakan kepada media AS bahwa Good adalah seorang Kristen yang taat dan bukan seorang aktivis. Sementara itu, Presiden Old Dominion University Virginia, Brian O. Hemphill, menyebut Good sebagai simbol pengingat yang akan menyatukan warga AS.

“Kebebasan, cinta, dan perdamaian. Harapan saya adalah untuk belas kasih, penyembuhan, dan refleksi di saat yang menjadi salah satu periode tergelap dan paling tidak pasti dalam sejarah bangsa kita,” ujar Hemphill.

Mureks