Regional

Pemkot Semarang Resmikan Taman Abdulrahman Saleh, Upaya Konkret Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Pemerintah Kota Semarang secara resmi meresmikan Taman Abdulrahman Saleh, sebuah ruang publik baru yang dirancang khusus untuk menjadi alternatif aktivitas positif bagi anak-anak. Pembangunan taman ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.

Agustina, salah satu perwakilan Pemkot Semarang, pada Jumat, 09 Januari 2026, menjelaskan bahwa taman ini didanai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang Tahun 2025. “Taman ini didesain secara khusus untuk menjadi ruang bermainnya anak-anak, sehingga anak-anak bisa sejenak melepaskan diri dari bermain gadget,” ujarnya.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Konsep Ruang Bermain Ramah Anak

Taman Abdulrahman Saleh mengusung konsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang memprioritaskan aspek keselamatan, kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang anak. Selain wahana permainan yang beragam, taman seluas sekitar 2.000 meter persegi ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang.

Fasilitas tersebut meliputi jogging track, stage show untuk berbagai pertunjukan, toilet umum yang bersih, serta sistem pemantauan CCTV untuk memastikan keamanan pengunjung. Mureks mencatat bahwa kelengkapan fasilitas ini menunjukkan komitmen Pemkot Semarang dalam menyediakan ruang publik yang berkualitas dan aman.

Peran Orang Tua dan Predikat Kota Layak Anak

Meskipun dilengkapi dengan sistem keamanan, Agustina tetap menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, khususnya bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun. Hal ini mengingat lokasi taman yang berada di kawasan pinggir jalan. “Pengawasan orang tua tetap sangat diperlukan agar anak-anak bisa bermain dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Pembangunan taman ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menyediakan ruang terbuka hijau yang berkualitas, khususnya bagi anak-anak dan keluarga. Keberadaan Taman Abdulrahman Saleh turut mendukung upaya Pemkot Semarang untuk mempertahankan predikat Kota Layak Anak Kategori Utama yang berhasil diraih pada tahun 2025.

“Kehadiran taman bermain ramah anak Abdulrahman Saleh ini menambah daftar ruang publik berkualitas di Kota Semarang. Sebelumnya, sudah ada dua taman sejenis, yakni Taman Kedondong dan Taman Bumirejo,” kata Agustina.

Selain itu, taman ini juga dipersiapkan untuk memperoleh sertifikasi layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Pemerintah Kota Semarang berharap taman ini dapat menciptakan ekosistem ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan dengan dukungan aktif dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.

“Saya meminta dukungan dari seluruh masyarakat serta stakeholder untuk bersama-sama merawat dan melindungi taman ini agar benar-benar ramah bagi anak,” pungkas Agustina.

Mureks