Regional

Pakar Unair Peringatkan Ancaman Super Flu H3N2: Mutasi Genetik Picu Komplikasi Serius

Surabaya, Mureks – Varian virus H3N2 Subclade K, yang dikenal sebagai Super Flu, telah terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Menanggapi situasi ini, Pakar Imunologi dari Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, M.Si., memberikan penjelasan komprehensif mengenai karakteristik dan penanganan virus tersebut dari sudut pandang mikrobiologi klinik.

Menurut dr. Agung, H3N2 merupakan bagian dari virus Influenza tipe A yang dikenal memiliki variasi antigenik tinggi. Fenomena ini disebabkan oleh dua protein permukaan virus, yakni Hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA), yang sangat mudah mengalami perubahan. “Fenomena Super Flu terjadi akibat antigenic drift atau mutasi genetik. Virus influenza, khususnya tipe A, sangat dinamis karena mampu melakukan reassortment atau penyusunan ulang materi genetik,” jelas Agung pada Kamis, 8 Januari 2026.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Kemampuan mutasi inilah yang memicu munculnya varian-varian baru yang berpotensi menimbulkan gejala lebih berat, terutama bagi individu yang belum memiliki kekebalan. Meskipun secara umum gejalanya mirip flu biasa seperti demam, batuk, dan nyeri otot, dr. Agung mengingatkan adanya risiko komplikasi serius, seperti pneumonia, khususnya pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit penyerta.

Diagnosis Molekuler Kunci Penanganan Efektif

Dalam menghadapi lonjakan kasus influenza, dr. Agung menegaskan pentingnya peran laboratorium mikrobiologi klinik. Ia menyebut pemeriksaan Real-Time PCR (RT-PCR) masih menjadi standar emas dalam memastikan diagnosis. “RT-PCR penting untuk membedakan influenza dengan virus pernapasan lain seperti COVID-19 atau RSV. Diagnosis cepat bukan hanya untuk menentukan terapi, tapi juga untuk kepentingan surveilans strain virus,” ungkapnya.

Dengan surveilans yang baik, para ahli dapat memantau apakah virus yang beredar mulai menunjukkan resistensi terhadap obat antivirus yang tersedia. Mureks mencatat bahwa kecepatan diagnosis ini krusial untuk respons kesehatan masyarakat yang tepat.

Vaksinasi Tahunan Sangat Dianjurkan

Dokter Agung juga menekankan pentingnya vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun. Menurutnya, vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk menekan risiko keparahan akibat Super Flu. “Karena virus terus bermutasi, pembaruan vaksin sangat diperlukan agar kekebalan tubuh tetap relevan dengan strain yang beredar,” katanya.

Ia menambahkan, perlindungan individu melalui vaksinasi juga berdampak pada penurunan risiko penularan di tingkat komunitas. “Vaksinasi dan proteksi pribadi adalah kunci utama. Jika individu terlindungi, maka risiko penularan secara luas juga akan ikut menurun,” tegas dr. Agung Dwi Wahyu Widodo.

Mureks