Nasional

Ojol Dikejar dan Dianiaya Juru Parkir di Sleman Usai Ambil Orderan 30 Detik, Polisi Turun Tangan

Sebuah insiden keributan antara seorang pengemudi ojek online (ojol) dan juru parkir di depan sebuah rumah makan di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, viral di media sosial. Pengemudi ojol tersebut dilaporkan dikejar dan dianiaya setelah mengambil orderan makanan hanya dalam waktu sekitar 30 detik.

Video yang diunggah di berbagai platform media sosial disertai dengan keterangan kronologi kejadian yang memicu perhatian publik. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Polisi Turun Tangan Selidiki Insiden

Menanggapi insiden tersebut, Polsek Depok Timur segera mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan pendalaman. Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, mengonfirmasi dugaan keributan di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman, saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1).

“Dugaan keributan antara juru parkir dan seorang pengemudi layanan pesan antar di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman, pada Kamis (1/1),” kata AKP Salamun.

Petugas kepolisian telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak, termasuk saksi-saksi di lokasi, manajemen rumah makan, serta warga sekitar. Selain itu, pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi juga dilakukan guna mendapatkan gambaran utuh terkait peristiwa yang terjadi. Mureks mencatat bahwa langkah cepat kepolisian ini penting untuk mengungkap fakta.

Dari hasil pengecekan awal, AKP Salamun mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman terkait parkir. “Dari hasil pengecekan awal, diketahui peristiwa bermula dari kesalahpahaman terkait parkir yang kemudian berujung pada adu mulut dan keributan antara kedua belah pihak,” ujarnya.

Hingga saat ini, AKP Salamun belum membeberkan kronologi peristiwa secara lengkap karena anggota masih akan mendalami kejadian tersebut. “Semuanya masih dalam penyelidikan, baik driver maupun juru parkir,” tegas Salamun.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar dan mempercayakan sepenuhnya penanganan permasalahan ini kepada pihak berwajib.

Mureks