Nasional

Mengukir Masa Depan Sejak Dini: Literasi Keuangan dan Kebiasaan Menabung Anak Panti Asuhan Mizan Amanah

Sabtu, 10 Januari 2026 – Keterampilan mengelola keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk masa depan seseorang. Pemahaman tentang nilai uang, cara mengelola pengeluaran, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, idealnya ditanamkan sejak usia dini. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh edukasi tersebut, terutama mereka yang tumbuh dalam lingkungan dengan akses pendidikan terbatas.

Menyadari urgensi tersebut, sejumlah mahasiswi dari Universitas Pamulang berinisiatif melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program ini menyasar anak-anak di Panti Asuhan Mizan Amanah, dengan tujuan memberikan edukasi literasi keuangan dasar secara sederhana dan aplikatif, agar mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Mengenalkan Konsep Kebutuhan dan Keinginan

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pemahaman mengenai perbedaan esensial antara kebutuhan dan keinginan. Konsep ini menjadi landasan krusial dalam membangun pola pikir finansial yang sehat pada anak-anak. Mereka diajak memahami bahwa kebutuhan adalah hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan, seperti makanan, pendidikan, dan pakaian.

Sebaliknya, keinginan bersifat tambahan dan tidak selalu harus dipenuhi secara langsung. Melalui diskusi interaktif dan contoh-contoh sederhana, anak-anak mulai memahami pentingnya menentukan prioritas. Mereka dilatih untuk berpikir lebih bijak dalam menggunakan uang yang mereka miliki, menyadari bahwa mengelola uang bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan, melainkan belajar mengatur waktu dan cara untuk mewujudkannya.

Aktivitas Praktis: Membuat Celengan sebagai Simbol Harapan

Agar pembelajaran tidak berhenti pada tataran teori, kegiatan ini dilengkapi dengan aktivitas praktik yang menarik, yaitu pembuatan celengan. Sesi ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian anak-anak karena melibatkan kreativitas dan keterampilan tangan mereka. Celengan yang dibuat tidak hanya menjadi hasil karya, tetapi juga simbol awal dari kebiasaan menabung.

Melalui celengan tersebut, anak-anak diajarkan bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah besar. Justru, kebiasaan menyisihkan uang secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, merupakan langkah penting dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab. Setiap uang yang disimpan menjadi bentuk komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai di masa depan.

Membangun Impian Melalui Literasi Keuangan

Dalam sesi refleksi, anak-anak juga diajak untuk berbagi cerita mengenai cita-cita dan harapan mereka. Ada yang bercita-cita melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, memiliki profesi tertentu, atau membantu orang lain. Dari sesi ini, terlihat jelas bahwa anak-anak memiliki impian besar, meskipun berada dalam keterbatasan.

Literasi keuangan kemudian diperkenalkan sebagai salah satu cara konkret untuk membantu mereka menyusun langkah-langkah kecil menuju impian tersebut. Bagi Vina Febriana, salah satu mahasiswi pelaksana kegiatan, program pengabdian ini bukan sekadar bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga pengalaman pembelajaran yang sangat bermakna. Interaksi dengan anak-anak panti asuhan memberikan pemahaman bahwa edukasi yang tepat sasaran dapat memberikan dampak jangka panjang.

Literasi keuangan, menurutnya, bukan hanya tentang angka, melainkan tentang membentuk karakter disiplin, kesabaran, dan perencanaan hidup. catatan Mureks menunjukkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan pemahaman keuangan yang sederhana dan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak dapat belajar mengelola sumber daya yang mereka miliki secara bijak dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga menyimpan harapan. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan hari ini, anak-anak belajar bahwa impian dapat diraih melalui proses, konsistensi, dan usaha yang berkelanjutan. Semoga melalui literasi keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah dapat terus menyusun impian mereka dan melangkah dengan keyakinan menuju masa depan yang lebih cerah.

Mureks