Memasuki tahun baru, resolusi untuk rutin berolahraga kerap menghadapi tantangan. Bagi sebagian orang, niat untuk kembali ke pusat kebugaran (gym) mungkin mulai mengendur. Namun, bukan berarti gaya hidup sehat harus terhenti. Sebuah alternatif sederhana dan murah, yakni berjalan kaki, ternyata memiliki efektivitas yang setara dalam menjaga kesehatan tubuh.
Pandangan ini disampaikan oleh Dr. Amir Khan, seorang dokter umum yang bertugas di National Health Service (NHS) Inggris. Ia menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap aktivitas fisik. “Olahraga tidak selalu harus berat atau dilakukan di gym untuk memberi dampak positif bagi tubuh,” ujar Dr. Khan, seperti dikutip dari unggahan Instagram-nya pada 1 Januari.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Melalui unggahan tersebut, Dr. Khan memaparkan beberapa manfaat kesehatan dari kebiasaan berjalan kaki. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa dua manfaat utama yang disoroti adalah kesehatan jantung dan sendi.
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Kesehatan jantung merupakan pilar utama kesejahteraan tubuh secara menyeluruh. Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, sekitar 17,9 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi setiap tahun.
Kabar baiknya, berjalan kaki secara rutin dapat menurunkan risiko tersebut secara signifikan. Dr. Khan menjelaskan bahwa berjalan kaki selama 30 menit atau lebih setiap hari sudah memberikan dampak positif bagi jantung. Ia menambahkan, individu yang rutin berjalan kaki terbukti mengalami lebih sedikit serangan jantung, memiliki tekanan darah lebih rendah, kadar kolesterol yang lebih baik, serta kontrol gula darah yang lebih stabil dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.
Sebuah studi yang terbit pada Oktober 2025 juga memperkuat temuan ini, menunjukkan bahwa berjalan kaki secara terus-menerus dengan tempo stabil mampu meningkatkan kesehatan jantung. Ini berarti, menjaga langkah tetap konsisten tanpa banyak berhenti dapat membantu menaikkan denyut jantung secara sehat.
2. Menjaga Kesehatan Sendi
Selain jantung, bergerak aktif juga memegang peranan krusial dalam mencegah gangguan mobilitas akibat masalah sendi. Dengan berjalan kaki, sendi tetap lentur dan risiko kaku, yang sering muncul akibat penuaan atau terlalu lama duduk, dapat berkurang.
Menurut Dr. Khan, saat berjalan, otot menjadi lebih kuat dan terlumasi, serta aliran darah ke tulang rawan di sekitar sendi meningkat. Kondisi ini dapat menurunkan risiko osteoarthritis dan osteoporosis. Kedua kondisi tersebut kerap menyebabkan nyeri dan kekakuan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Berjalan kaki secara konsisten dapat membantu mencegah sekaligus mengelola gejalanya.






