Sabtu, 10 Januari 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali memperingati Isra Miraj, sebuah peristiwa agung yang sarat makna dan hikmah. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar kisah luar biasa, melainkan fondasi penting untuk memperkuat keimanan dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Perjalanan Suci dan Perintah Salat
Isra Miraj merupakan anugerah istimewa dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, menegaskan kemuliaan dan penguatan risalah kenabian beliau. Peristiwa ini, yang melampaui batas akal manusia, menjadi bukti nyata kebesaran Allah SWT dan kedudukan istimewa Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Salah satu hikmah terbesar yang terkandung dalam Isra Miraj adalah perintah salat lima waktu. Mengutip laman resmi kabjombang.baznas.go.id, salat ditetapkan sebagai ibadah utama dan penghubung langsung antara hamba dengan Sang Pencipta. Salat bukan hanya kewajiban, melainkan wujud ketaatan, kedisiplinan, serta sarana esensial untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, peringatan Isra Miraj hendaknya dimaknai sebagai momentum introspeksi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan secara konsisten meneladani akhlak Rasulullah SAW. Mureks merangkum, esensi dari peringatan ini adalah transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.
Lima Pidato Inspiratif Meneladani Rasulullah SAW
Berbagai pidato tentang Isra Miraj seringkali menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup umat Islam. Berikut adalah lima poin utama yang kerap diangkat dalam pidato-pidato tersebut:
1. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Peristiwa Isra Miraj mengajarkan kita tentang akhlak Rasulullah SAW yang mulia. Beliau senantiasa bersabar, tawakal, dan penuh kasih sayang, bahkan saat menghadapi berbagai ujian berat. Kejujuran, kesabaran, serta kepedulian sosial adalah cerminan dari teladan beliau. Melalui peringatan ini, umat diajak untuk memperbaiki salat, memperkuat iman, dan mewujudkan akhlak Rasulullah SAW dalam keluarga, lingkungan, serta masyarakat.
2. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Teladan Hidup
Isra Miraj menegaskan keistimewaan Rasulullah SAW sebagai utusan Allah. Meneladani beliau berarti mencontoh sikap dalam menghadapi kehidupan, baik suka maupun duka. Rasulullah SAW selalu mengedepankan kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang kepada sesama. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diterapkan di tengah tantangan zaman modern, menjadi panutan utama dalam beribadah, bekerja, dan bermasyarakat.
3. Makna Salat dalam Teladan Rasulullah SAW
Peristiwa agung ini menghadirkan perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT. Salat adalah tiang agama dan bukti ketaatan seorang hamba. Rasulullah SAW mencontohkan salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus pembentuk akhlak mulia. Menjaga kualitas salat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban, akan melahirkan pribadi yang jujur, disiplin, dan rendah hati.
4. Keteladanan Rasulullah SAW dalam Kesabaran
Isra Miraj terjadi setelah Rasulullah SAW menghadapi masa-masa sulit dalam dakwahnya, namun beliau tetap sabar dan yakin akan pertolongan Allah SWT. Keteladanan ini mengajarkan bahwa kesabaran bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan iman. Umat diajak untuk belajar bersabar, tetap berbuat baik, dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi setiap ujian hidup.
5. Meneladani Rasulullah SAW untuk Generasi Masa Kini
Peringatan Isra Miraj mengingatkan pentingnya meneladani Rasulullah SAW, khususnya bagi generasi muda. Beliau adalah sosok pemimpin, pendidik, dan teladan terbaik sepanjang masa, mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Di tengah arus perubahan zaman, nilai-nilai tersebut menjadi pedoman agar tidak kehilangan arah, menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai dasar berpikir dan bertindak.
Demikianlah lima poin penting yang sering diangkat dalam pidato-pidato Isra Miraj, menegaskan hikmah perjalanan Nabi Muhammad SAW serta urgensi salat dan keteladanan beliau. Semoga kita semua senantiasa berada dalam naungan rahmat-Nya dan mampu mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan.






