Fasiq merupakan salah satu istilah krusial dalam kehidupan umat Islam, khususnya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku sehari-hari. Banyak pertanyaan muncul mengenai definisi fasiq dan bagaimana membedakannya dengan zindiq. Untuk memahami topik ini lebih dalam, penting untuk menelusuri penjelasannya berdasarkan Al-Qur’an dan pandangan ulama, termasuk tafsir dari M. Quraish Shihab.
Pengertian Fasiq dalam Al-Qur’an
Fasiq sering dikaitkan dengan perilaku yang menyimpang dari ajaran agama. Menurut Maimunah dalam penelitiannya berjudul Fasiq dalam Al-Qur’an Perspektif M. Quraish Sihab (Telaah Tematik Tafsir Al-Mishbah), istilah fasiq berasal dari kata “fasaqa” yang artinya keluar dari ketaatan kepada Allah. Dalam Al-Qur’an, kata fasiq digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang melanggar batas-batas syariat dan memilih jalan maksiat.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Definisi Fasiq Menurut Para Ulama
Para ulama menjelaskan bahwa fasiq adalah seseorang yang melakukan dosa besar, atau terus-menerus berbuat dosa kecil tanpa taubat. Status ini membuat seseorang keluar dari golongan orang beriman, meskipun tidak sampai pada derajat kafir.
Pandangan M. Quraish Shihab tentang Fasiq
M. Quraish Shihab menegaskan bahwa perilaku fasiq muncul akibat lemahnya iman dan keengganan menaati aturan Allah. Ia menyebut fasiq sebagai perilaku yang disengaja, bukan karena ketidaktahuan.
Ciri-ciri Orang Fasiq
Ciri-ciri orang fasiq di antaranya suka berdusta, melanggar janji, berbuat zalim, atau meninggalkan kewajiban agama. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 26 misalnya, menyebut orang fasik sebagai mereka yang memutuskan perintah Allah setelah diikrarkan.
innallâha lâ yastaḫyî ay yadlriba matsalam mâ ba‘ûdlatan fa mâ fauqahâ, fa ammalladzîna âmanû fa ya‘lamûna annahul-ḫaqqu mir rabbihim, wa ammalladzîna kafarû fa yaqûlûna mâdzâ arâdallâhu bihâdzâ matsalâ, yudlillu bihî katsîraw wa yahdî bihî katsîrâ, wa mâ yudlillu bihî illal-fâsiqîn
Terjemahan ayat tersebut adalah: “Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya. Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik (QS. Al-Baqarah:26)”
Zindiq: Perbedaan antara Fasiq dan Zindiq
Selain fasiq, istilah zindiq juga dikenal dalam kajian Islam. Keduanya sering disamakan, padahal ada perbedaan mendasar dalam makna dan konsekuensi hukumnya.
Apa Itu Zindiq dalam Islam?
Zindiq merujuk pada orang yang menampakkan keislaman, namun menyembunyikan kekafiran atau tidak percaya pada ajaran inti Islam. Biasanya, zindiq lebih dekat dengan sikap munafik yang menolak kebenaran secara tersembunyi.
Perbandingan Fasiq dan Zindiq menurut Tafsir Al-Mishbah
Menurut Maimunah dalam penelitiannya berjudul Fasiq dalam Al-Qur’an Perspektif M. Quraish Sihab (Telaah Tematik Tafsir Al-Mishbah), fasiq adalah pelaku dosa dan pelanggaran terbuka, sedangkan zindiq lebih merujuk pada penolakan ajaran agama secara diam-diam. Mureks mencatat bahwa perbedaan ini penting agar umat Islam bisa memahami risiko spiritual dari setiap perilaku.
Contoh Orang Fasiq dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku fasiq dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Sering kali, sikap ini berdampak pada kualitas hidup dan hubungan dengan sesama.
Contoh Sikap dan Perilaku Fasiq
Menurut Maimunah, contoh orang fasik dalam kehidupan nyata antara lain suka menipu, berkata bohong, atau mengabaikan kewajiban salat. Tindakan seperti ini memperlihatkan seseorang sudah keluar dari nilai halal living.
Dampak Fasik terhadap Kehidupan Halal
Sikap fasik akan membawa dampak buruk, seperti rusaknya kepercayaan, hilangnya keharmonisan keluarga, hingga terkikisnya nilai kejujuran. Oleh sebab itu, menjaga diri dari sifat fasiq menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan halal yang berkah.
Kesimpulan: Pentingnya Menghindari Sifat Fasiq
Memahami fasiq bukan sekadar mengetahui istilah, melainkan menjadi pengingat agar umat Islam selalu menjaga perilaku. Fasiq merupakan tindakan yang dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai halal living dan merusak hubungan dengan Allah. Oleh karena itu, menjauhi sifat fasiq adalah langkah penting untuk menjaga kehidupan yang bersih, jujur, dan sesuai tuntunan agama.






