Berita

Manajer Pasar Induk Kramat Jati Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Organik Hingga 150 Ton Sejak November 2025

Gunungan sampah di area Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, telah menjadi sorotan dan keluhan warga sekitar akibat bau menyengat yang ditimbulkan. Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menjelaskan bahwa penumpukan sampah ini telah berlangsung sejak November 2025.

“Jadi memang penumpukan ini terjadi satu bulan belakangan ya. Kira-kira itu di bulan November dan Desember,” kata Agus Lamun di lokasi, Jumat (9/1/2026).

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Menurut Agus, pemicu utama dari masalah ini adalah berkurangnya armada truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ia menyebut, jika biasanya ada 15 truk yang dikerahkan untuk mengangkut sampah, belakangan ini jumlahnya menurun drastis.

“Belakangan di bulan terakhir ini pengiriman armada itu hanya sekitar tujuh-delapan armada. Nah, oleh karenanya terjadi deposit sampah,” jelas Agus.

Catatan Mureks menunjukkan, aktivitas Pasar Induk Kramat Jati yang beroperasi 24 jam setiap hari menghasilkan volume sampah yang signifikan. Setiap harinya, pasar ini memproduksi antara 120 hingga 150 ton sampah, yang sebagian besar merupakan sampah organik.

Sifat sampah organik yang cepat membusuk menjadi penyebab utama ketidaknyamanan. “Sampah kita ini sebenarnya sampah organik. Ketika tidak diangkut 2-3 hari maka akan terjadi pembusukan inilah kemudian yang menyebabkan ketidaknyamanan karena bau. Ya, yang dirasakan oleh baik para pedagang maupun masyarakat yang ada di sekitar,” tutur Agus.

Pihak pengelola pasar terus berkoordinasi dengan DLH untuk mencari solusi. Agus berharap agar pengangkutan sampah dapat kembali normal dan tumpukan sampah dapat segera teratasi. “Alhamdulillah kemarin kami support, kami sangat support sekali, kami sangat apresiasi sekali atas support yang sudah diberikan oleh LH, oleh dinas LH untuk pengiriman armada yang jauh lebih besar lagi. Untuk bisa mengatasi penumpukan sampah yang ada di belakang ini,” pungkasnya.

Mureks