Mahkamah Agung Venezuela telah memerintahkan Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, untuk segera mengambil alih dan menjalankan jabatan presiden. Keputusan ini diambil menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
Rodriguez kemudian dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan dalam sebuah upacara di Majelis Nasional Venezuela pada Senin (5/1/2026). Di hadapan para anggota parlemen, ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut dilakukan “atas nama seluruh rakyat Venezuela.”
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Profil Delcy Rodriguez: Putri Pejuang dan Lulusan Hukum
Lahir di Caracas, Venezuela, pada 18 Mei 1969, Delcy Rodriguez kini berusia 56 tahun. Ia merupakan putri dari Jorge Antonio Rodriguez, seorang pejuang gerilya kiri yang mendirikan partai revolusioner Liga Socialista pada era 1970-an. Rodriguez juga merupakan kakak dari Jorge Rodriguez, yang baru saja kembali terpilih sebagai Ketua Majelis Nasional Venezuela.
Rodriguez menamatkan pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universidad Central de Venezuela pada tahun 1983. Setelah lulus, ia sempat mengajar hukum di almamaternya dan pernah menjabat sebagai presiden serikat dalam Asosiasi Pengacara Ketenagakerjaan Venezuela.
Karier Politik Melesat di Era Chavez dan Maduro
Karier politik Delcy Rodriguez melesat signifikan dalam satu dekade terakhir. Ia mengawali kiprah politiknya pada masa pemerintahan Hugo Chavez, di mana ia pertama kali masuk kabinet sebagai Menteri Sekretaris Negara selama beberapa bulan.
Pada era kepemimpinan Nicolas Maduro, Rodriguez menduduki posisi Menteri Komunikasi dan Informasi dari tahun 2013 hingga 2014. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada periode 2014-2017. Mureks mencatat bahwa pada tahun 2017, Rodriguez ditunjuk sebagai pemimpin Majelis Konstituante pro-pemerintah, sebuah peran yang memperluas kewenangan Presiden Maduro. Puncaknya, Maduro mengangkat Rodriguez sebagai wakil presiden pada Juni 2018.
Julukan ‘Harimau Betina’ dan Tanggung Jawab Ekonomi Krusial
Nicolas Maduro pernah memuji Rodriguez sebagai “sosok perempuan yang berani, berpengalaman, dan telah teruji dalam berbagai medan politik.” Bahkan, Maduro menjulukinya sebagai ‘Harimau Betina’ karena keteguhannya dalam membela pemerintahan sosialis.
Pada Agustus 2024, tugas Rodriguez kembali diperluas dengan penambahan portofolio Menteri Perminyakan. Ia dibebani tanggung jawab besar untuk menangani dampak sanksi Amerika Serikat yang kian menekan industri minyak, sektor paling vital bagi perekonomian Venezuela. Selain itu, ia juga mengemban posisi Menteri Keuangan. Kombinasi jabatan ini menjadikan dirinya tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi Venezuela, termasuk hubungan dengan sektor swasta yang melemah akibat krisis. Ia dikenal menerapkan kebijakan ekonomi yang lebih konvensional untuk menekan laju inflasi ekstrem.
Terlibat dalam Sejumlah Insiden dan Sanksi Internasional
Rodriguez sempat menjadi perhatian internasional setelah berupaya menghadiri pertemuan blok dagang Mercosur di Buenos Aires, meskipun Venezuela telah diskors dari keanggotaan organisasi tersebut. Insiden ini terjadi saat ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 2020, terjadi pula insiden yang dikenal dengan ‘Delcygate’. Peristiwa itu bermula saat Rodriguez mendarat dengan pesawat pribadinya di Bandara Barajas, Madrid. Di sana, ia bertemu dengan Menteri Transportasi Spanyol kala itu, Jose Luis Abalos, selama beberapa jam. Pertemuan ini menjadi kontroversi karena Rodriguez masih dikenai larangan masuk ke wilayah Schengen yang dikeluarkan Austria.
Rodriguez merupakan salah satu dari 50 pejabat Venezuela yang terkena sanksi oleh Uni Eropa atas dugaan pelanggaran HAM dan kemerosotan demokrasi. Selain dirinya, abangnya, Jorge Rodriguez, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, dan ibu negara Cilia Flores juga telah disanksi serupa oleh Amerika Serikat pada tahun 2018.






