Tren

Kuningan Tingkatkan Produksi Pertanian Berkat Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melaporkan peningkatan signifikan dalam produksi pertanian berkat penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat. Bantuan ini disebut berperan krusial dalam mendorong efisiensi dan produktivitas petani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan dampak positif dari bantuan tersebut. “Bantuan alsintan ini mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan kegiatan budidaya di tingkat petani,” kata Wahyu saat dikonfirmasi di Kuningan pada Kamis (1/1/2026).

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Mureks mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Kuningan telah menerima 337 unit alsintan. Bantuan ini memiliki nilai mendekati Rp10 miliar dan bersumber langsung dari Kementerian Pertanian (Kementan). Wahyu menambahkan bahwa penyaluran ini merupakan upaya penguatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta mempercepat proses tanam dan panen.

Seluruh alsintan didistribusikan secara bertahap, dengan fokus pada kebutuhan wilayah sentra produksi pertanian di Kuningan. “Pada penyaluran terbaru, bantuan alsintan diberikan kepada 34 kelompok tani yang tersebar di 34 desa pada 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan,” ujar Wahyu.

Jenis alsintan yang diterima sangat beragam, meliputi:

  • Combine harvester
  • Crawler traktor
  • Traktor roda empat
  • Traktor roda dua
  • Rice transplanter
  • Hand sprayer
  • Power thresher
  • Pompa air
  • Corn sheller

Selain penguatan mekanisasi, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memprioritaskan penguatan infrastruktur irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi pangan. Pada tahun 2025, pemerintah daerah melaksanakan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare melalui berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian.

Kegiatan tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta pembangunan embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian. Wahyu Hidayah menekankan pentingnya program ini. “Pembangunan irigasi perpompaan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua sampai tiga kali dalam setahun secara lebih terjadwal,” jelasnya.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa bantuan alsintan merupakan bagian integral dari strategi modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian mampu mempercepat tanam dan panen, menekan kehilangan hasil, serta menjaga produktivitas lahan.

Dian Rachmat Yanuar juga memaparkan data peningkatan produksi beras di Kabupaten Kuningan. Produksi beras meningkat dari 224 ribu ton pada tahun 2023 menjadi 225 ribu ton pada tahun 2024, dan melonjak signifikan menjadi lebih dari 254 ribu ton pada tahun 2025. “Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus hampir 120 ribu ton beras yang ditopang luas tanam dan panen sekitar 64 ribu hektare serta produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare,” pungkas Bupati.

Mureks