Jakarta, Mureks – Indeks saham Kospi Korea Selatan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada pembukaan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026. Pencapaian ini terjadi di tengah pergerakan bursa saham Asia lainnya yang cenderung bervariasi mengawali tahun baru.
Kospi Memimpin Penguatan di Asia
Dikutip dari CNBC, Kospi menguat 0,21% pada perdagangan hari ini setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di angka 4.239,88. Selain itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga melonjak signifikan sebesar 1,32%, menunjukkan minat investor yang kuat terhadap saham-saham domestik di Korea Selatan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa beberapa pasar saham di Asia masih tutup karena libur Tahun Baru, termasuk Jepang dan China daratan. Di Korea Selatan sendiri, jam perdagangan bursa dibuka lebih lambat, yakni pukul 10.00 waktu setempat.
Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat melemah tipis pada awal perdagangan. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.648, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di 25.630,54.
Ekonomi Singapura Tumbuh Melampaui Ekspektasi
Dari kawasan Asia Tenggara, ekonomi Singapura menunjukkan kinerja impresif dengan mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya kinerja sektor manufaktur sepanjang periode Oktober hingga Desember.
Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan revisi pertumbuhan kuartal sebelumnya yang berada di level 4,3%. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya menyampaikan dalam pidato Tahun Baru bahwa perekonomian negara tersebut tumbuh 4,8% sepanjang tahun 2025, melampaui ekspektasi awal pemerintah.
Wall Street Futures Menguat, Tutup 2025 dengan Kenaikan
Di sisi lain, kontrak berjangka Wall Street bergerak menguat pada perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,15%, Nasdaq-100 menguat 0,12%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,16%.
Pada perdagangan terakhir di Amerika Serikat, indeks S&P 500 turun 0,74%, Nasdaq Composite melemah 0,76%, dan Dow Jones terkoreksi 0,63%. Meskipun demikian, S&P 500 berhasil membukukan kenaikan 16,39% sepanjang tahun 2025. Nasdaq Composite mencatat penguatan lebih tinggi, yakni 20,36%, ditopang optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Adapun Dow Jones naik 12,97% sepanjang 2025, meskipun pergerakannya relatif tertahan karena minimnya saham teknologi dalam indeks tersebut.






