Kinerja portofolio saham dividen berimbal hasil tinggi pilihan seorang analis berhasil mengungguli indeks acuan dalam dua bulan terakhir, meskipun performa tahunan masih tertinggal. Ini menjadi sorotan di tengah koreksi tipis S&P 500 pada akhir 2025.
Strategi dan Kinerja Portofolio Dividen
Menurut pantauan Mureks, portofolio saham dividen berimbal hasil tinggi yang disusun oleh analis “Dividend Yield Theorist” ini menargetkan saham berkualitas dengan valuasi menarik, dengan tujuan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) jangka panjang sebesar 12%.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pada Desember 2025, daftar saham pilihan tersebut mencatatkan kenaikan 0,03%. Angka ini berhasil melampaui kinerja SPDR® S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Vanguard High Dividend Yield Index Fund ETF Shares (VYM) yang menjadi indeks acuan.
Meskipun demikian, secara keseluruhan kinerja tahunan portofolio ini masih tertinggal dari kedua benchmark tersebut. Namun, varian portofolio yang berfokus pada kualitas menunjukkan performa yang lebih baik belakangan ini. Mureks mencatat bahwa ketiga varian portofolio berhasil mengalahkan indeks acuan selama dua bulan terakhir.
Portofolio yang dipilih menawarkan imbal hasil ke depan (forward yield) antara 3,15% hingga 3,53%. Selain itu, terdapat potensi undervaluation hingga 40% dan ekspektasi pengembalian investasi selama lima tahun mendekati 15%.
Kondisi Pasar dan Latar Belakang Analis
Pasar saham global menunjukkan sedikit pelemahan di akhir tahun. Setelah tujuh bulan berturut-turut mencatatkan kenaikan positif, S&P 500 kehilangan momentum untuk menutup tahun 2025. SPY mengakhiri bulan Desember dengan kerugian 0,22%.
Analis di balik portofolio ini, yang dikenal sebagai “Dividend Yield Theorist”, memiliki latar belakang pendidikan Master di bidang Analitik dari Northwestern University dan gelar Sarjana Akuntansi. Ia telah berkecimpung di dunia investasi selama lebih dari 10 tahun, memulai karier sebagai analis hingga mencapai posisi manajemen.
Dalam keterangannya, analis tersebut menyatakan memiliki posisi jangka panjang (beneficial long position) pada saham EOG Resources (EOG), Paychex (PAYX), Nike (NKE), Merck & Co. (MRK), Automatic Data Processing (ADP), NextEra Energy (NEE), T. Rowe Price Group (TROW), dan PNC Financial Services Group (PNC), baik melalui kepemilikan saham, opsi, maupun derivatif lainnya.




