Keuangan

Kemnaker Peringatkan Masyarakat: Waspada Hoaks BSU 2026, Jangan Daftar Lewat Link Palsu

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara tegas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya informasi palsu atau hoaks terkait program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2026. Peringatan ini khususnya ditujukan pada tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi menjadi modus penipuan.

Klarifikasi dari Kemnaker ini muncul menyusul beredarnya berbagai unggahan di platform media sosial, pesan berantai, hingga pemberitaan di beberapa media massa yang mencatut nama program BSU 2026. Kondisi ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Kemnaker Tegaskan Kanal Resmi Informasi BSU

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menyikapi setiap informasi BSU yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri. Informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Faried dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 07 Januari 2026.

Faried juga menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada kebijakan maupun informasi resmi yang dikeluarkan terkait penyaluran BSU untuk tahun 2026. Mureks mencatat bahwa penyaluran BSU terakhir kali dilakukan pada tahun 2025, dengan jumlah penerima mencapai 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” tegas Faried.

Lebih lanjut, Faried mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum menyebarkannya. Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan program BSU, guna mencegah kerugian yang lebih luas.

Mureks