Keuangan

Pasar Emas Dunia Stabil Jelang Rebalancing Indeks Komoditas, Citigroup Peringatkan Potensi Aksi Jual Perak Besar

Harga emas dunia bergerak stabil pada Kamis (8/1/2026) pagi, setelah sempat melemah hampir 1 persen pada perdagangan sebelumnya. Pasar kini memasuki fase penantian di tengah potensi tekanan signifikan dari rebalancing tahunan indeks komoditas global serta rilis data ekonomi utama Amerika Serikat (AS).

Menurut pantauan Mureks, harga emas batangan berada di kisaran 4.455 dollar AS per troy ons. Sejumlah dana pasif yang mengikuti pergerakan indeks dijadwalkan mulai melepas kontrak berjangka logam mulia pada Kamis ini, dalam rangka menyesuaikan bobot baru dalam indeks.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Aksi jual kali ini diperkirakan akan lebih besar dari biasanya, menyusul reli kuat harga emas dan perak sepanjang tahun lalu. Tekanan paling besar diperkirakan akan menimpa perak, yang telah turun 3,8 persen pada Rabu di tengah volatilitas harga yang masih tinggi.

Citigroup Peringatkan Aksi Jual Perak Besar

Citigroup Inc. memperkirakan sekitar 6,8 miliar dollar AS kontrak berjangka perak berpotensi dilepas akibat rebalancing indeks. Nilai tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari total open interest di bursa Comex.

“Saya telah menjalankan proses ini selama bertahun-tahun, dan kami belum pernah melihat arus sebesar ini,” ujar Strategis Citigroup, Kenny Hu.

Perhitungan Citigroup didasarkan pada dana yang mengikuti Bloomberg Commodity Index dan S&P Goldman Sachs Commodity Index. Setelah perak, arus keluar dari kontrak berjangka emas diperkirakan menyusul, dengan nilai yang juga diperkirakan mencapai sekitar 6,8 miliar dollar AS.

Kinerja Gemilang Tahun Lalu dan Sentimen Geopolitik

Tekanan jangka pendek ini muncul setelah emas dan perak mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Sepanjang tahun lalu, harga emas dan perak dunia mencetak sejumlah rekor, didorong oleh pembelian bank sentral dan arus masuk ke exchange-traded fund (ETF) berbasis emas.

Dalam beberapa hari terakhir, sentimen geopolitik turut menopang harga emas. Ketegangan hubungan dagang China-Jepang serta penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS memberikan dukungan tambahan. Secara mingguan, harga emas masih menguat sekitar 3 persen.

Di sisi lain, lonjakan harga perak tercatat jauh melampaui emas. Sepanjang 2025, harga perak melonjak sekitar 150 persen. Pada pekan ini saja, hingga penutupan perdagangan Rabu, perak telah menguat 7,4 persen. Reli perak juga dipicu oleh short squeeze bersejarah yang terjadi pada Oktober lalu, serta kekhawatiran pasar terhadap potensi penerapan tarif impor oleh pemerintah AS.

Mureks