Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah pada perdagangan Jumat (9/1/2026) pagi ini. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp 16.825 per dollar AS, terkoreksi 0,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.798 per dollar AS.
Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dollar AS. Penguatan dollar AS terjadi setelah rilis sejumlah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang hasilnya lebih baik dari perkiraan pasar, sehingga mendorong ekspektasi investor terhadap ketahanan ekonomi AS.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi melemah terhadap dollar AS. “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yg kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan,” ujar Lukman kepada tim redaksi Mureks.
Pergerakan Mata Uang Asia
Mayoritas mata uang Asia menunjukkan pergerakan tertekan terhadap dollar AS pada pagi ini. Berikut rinciannya:
- Yen Jepang turun 0,22 persen
- Dollar Taiwan melemah 0,18 persen
- Won Korea Selatan terdepresiasi 0,15 persen
- Dollar Singapura melemah 0,11 persen
- Ringgit Malaysia turun 0,06 persen
- Dollar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen
Namun, beberapa mata uang Asia lainnya justru bergerak menguat, antara lain Peso Filipina naik 0,12 persen, baht Thailand menguat 0,10 persen, dan yuan China menguat tipis 0,03 persen terhadap dollar AS.
Di sisi lain, pelaku pasar juga cenderung bersikap menunggu menjelang rilis indeks kepercayaan konsumen Indonesia yang dijadwalkan diumumkan siang ini. Data tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu sentimen domestik yang mempengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Mureks mencatat bahwa Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.750 hingga Rp 16.850 per dollar AS pada perdagangan hari ini. “Investor menantikan indeks kepercayaan konsumen Indonesia siang ini. Range Rp 16.750- Rp 16.850,” paparnya.
IHSG Menguat di Tengah Tekanan Rupiah
Berbanding terbalik dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat pada awal perdagangan hari ini. Indeks naik 0,34 persen atau 30,22 poin ke level 8.955,69.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG bergerak di zona hijau dengan level pembukaan 8.969,15. Di awal indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.981,02 dan posisi terendah 8.935,64.
Aktivitas transaksi di pasar modal pagi ini terpantau ramai dengan volume perdagangan menyentuh 7,02 miliar saham, nilai transaksi sebesar Rp 3,65 triliun, dan frekuensi perdagangan 502.641 kali. Sebanyak 306 saham menguat, 225 saham melemah, dan 181 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp 16.365,52 triliun.






