Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan urgensi perlindungan hukum bagi para guru. Hal ini krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekaligus menjaga marwah pendidikan di Indonesia.
Penekanan tersebut disampaikan Irjen Pol Herry Heryawan saat menjadi pembicara utama dalam seminar bertajuk ‘Sinergi Polri Dalam Mewujudkan Perlindungan Hukum bagi Guru untuk Menjamin Keamanan dan Kenyamanan dalam Melaksanakan Tugas Profesi’. Acara ini diselenggarakan di Gor Gelanggang Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, pada Kamis (8/1/2026), sebagai bagian dari ‘Riau Edutech Campus Summit 2026’.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Pendidikan sebagai Fondasi Bangsa
Dalam sambutannya, Herry Heryawan menguraikan bahwa pendidikan merupakan proses fundamental dalam pembentukan moral dan sosial manusia. “Melalui ruang pendidikan, bangsa ini membangun cara berpikir generasinya, menanamkan nilai, membentuk karakter, serta menyiapkan orientasi etis, baik dalam relasi antarmanusia maupun terhadap alam dan lingkungan,” ujar Irjen Herry.
Ia juga menyoroti bagaimana derasnya arus informasi digital dan kemunculan kecerdasan buatan (AI) telah secara fundamental mengubah lanskap pendidikan. “Hari ini, pendidikan menghadapi perubahan yang sangat cepat. Arus informasi digital yang nyaris tanpa filter, serta masuknya kecerdasan buatan sebagai aktor baru dalam proses belajar, secara fundamental mengubah cara guru mengajar, cara siswa belajar, cara orang tua memandang sekolah, dan cara masyarakat menilai pendidikan itu sendiri,” paparnya.
Tantangan Ekologis dan Peran Guru
Selain itu, dunia pendidikan juga dihadapkan pada tuntutan untuk lebih peka terhadap krisis lingkungan yang kian serius, seperti deforestasi hutan, pencemaran air, dan peningkatan bencana hidrometeorologi. “Dampak paling nyata dari krisis ini justru dirasakan oleh generasi muda,” kata Herry.
Untuk itu, Herry Heryawan mengajak para guru untuk bersinergi dalam menghadapi tantangan ekologi tersebut. Menurutnya, guru sebagai garda terdepan pendidikan memiliki peran vital dalam menguatkan karakter bangsa agar lebih peduli terhadap lingkungan. “Oleh karena itu, pendidikan hari ini bukan hanya perjalanan menuju kompetisi. Tetapi juga ruang untuk menjawab tantangan etis dan ekologis. Inilah tantangan utama yang harus kita pikirkan bersama melalui penguatan pembelajaran dan relasi,” cetusnya.
Mencegah Konflik Hukum di Lingkungan Sekolah
Jenderal bintang dua ini juga menekankan pentingnya relasi yang kuat dan harmonis antara guru, siswa, orang tua, masyarakat, dan negara. Mureks mencatat bahwa Kapolda menyoroti adanya kegagalan komunikasi yang kerap berujung pada konflik hukum di lingkungan sekolah. Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan guru merasa dihantui ketakutan dalam bertindak karena khawatir dilaporkan ke pihak berwajib.
“Di sisi lain, konflik di sekolah semakin sering terjadi-berasal dari perbedaan persepsi, kegagalan komunikasi, serta rasa ketidakadilan yang tidak pernah diklarifikasi. Guru merasa takut bertindak karena khawatir dilaporkan, sementara siswa merasa tidak didengar dan tidak memiliki ruang aman untuk menyampaikan kegelisahan mereka. Jika kepercayaan ini runtuh, maka wajah sekolah pun akan berubah,” paparnya.
Peran Polri dalam Menjaga Keadilan Pendidikan
Di sinilah, menurut Herry, kehadiran Polri menjadi sangat penting. Dengan mandat sebagai penjaga ketertiban, Polri hadir untuk menumbuhkan keadilan agar relasi di dunia pendidikan menjadi sehat dan manusiawi. “Polda Riau terus bekerja keras menerjemahkan prinsip ini melalui berbagai program inovatif dan restoratif yang langsung menyentuh sekolah dan kampus, termasuk program Police Goes To School yang dilaksanakan setiap minggu kedua setiap bulan oleh seluruh jajaran kepolisian,” pungkasnya.






