Otomotif

Jangan Abai! Ganti Coolant Radiator Mobil Rutin untuk Hindari Kerusakan Mesin Fatal

Cairan pendingin mesin, atau yang lebih dikenal sebagai coolant, seringkali menjadi komponen yang terlupakan dalam jadwal perawatan radiator mobil. Padahal, mengabaikan penggantian cairan ini secara rutin dapat memicu timbulnya karat hingga kerusakan serius pada jantung pacu kendaraan Anda.

Jumai, pemilik bengkel Roni Radiator, menjelaskan bahwa waktu ideal untuk mengganti coolant adalah setiap enam bulan sekali atau setelah menempuh jarak 10.000 kilometer. Namun, menurut pantauan Mureks, banyak pemilik mobil yang cenderung mengabaikan jadwal krusial ini, baru bertindak setelah radiator mengalami kebocoran atau kerusakan yang memerlukan reparasi.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Risiko Fatal Akibat Coolant yang Terabaikan

Jumai menegaskan bahwa coolant yang tidak diganti secara berkala akan menyebabkan penumpukan kerak di bagian dalam radiator. Korosi ini akan terus menumpuk seiring waktu, mempersempit saluran pendingin menuju mesin, dan pada akhirnya menghambat aliran coolant itu sendiri.

“Akan menimbulkan kerak di dalam radiator dan bagian blok mesin nanti juga bisa karatan. Air radiator yang enggak diganti warnanya keruh gitu seperti air empang,” ujar Jumai, menggambarkan kondisi cairan pendingin yang sudah tidak layak.

Lebih lanjut, Jumai menuturkan bahwa aliran coolant yang tersumbat dapat berakibat fatal pada mesin. Ketika aliran coolant terlambat atau bahkan kosong, jaket mesin akan mengering, menyebabkan lapisan paking (gasket) terbakar. “Kan ini masuk (coolant), kalau di mesin telat atau kosong maka packing-nya pada kebakar karena bagian head mesin sudah kena. Salah satu ciri bagian head telat dialiri coolant adalah ketika buka bagian kap mesin terus distater itu tutup radiatornya langsung lompat ke atas,” jelasnya.

Selain itu, radiator dengan cairan yang jarang diganti akan membuat sistem pendingin tidak bekerja optimal. Suhu mesin akan lebih cepat panas, terutama saat kendaraan digunakan dalam waktu lama di tengah kemacetan lalu lintas atau saat melintasi jalan menanjak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi performa mesin secara keseluruhan, membuat pembakaran menjadi tidak efisien, serta meningkatkan risiko kerusakan pada komponen vital lain seperti termostat dan pompa air.

Tanda-tanda Coolant Radiator Perlu Diganti atau Ditambah

Pengemudi wajib mengenali tanda-tanda bahwa coolant perlu ditambahkan atau diganti. Salah satu indikasi utamanya adalah ketika komponen lain pada radiator mulai mengalami kerusakan. Kerusakan ini seringkali berdampak pada berkurangnya volume coolant, yang kemudian menyebabkan suhu mesin meningkat drastis.

“Radiator kotor otomatis alirannya mampet yang ditandai suhu mesin panas mendadak. Itu harus dicek, apakah kipas radiator mati, sekring dan switch kipas putus, atau bagian thermostat rusak. Kalau sudah seperti itu coolant biasanya berkurang, bisa ditambah atau langsung diganti saja,” tutup Jumai, memberikan panduan penting bagi para pemilik kendaraan.

Mureks