JAKARTA – Menjaga asupan gizi seimbang selama periode liburan Tahun Baru 2026 ternyata bukan hal yang rumit. Dengan pola makan yang tepat, tubuh tetap dapat memperoleh energi, protein, dan zat gizi esensial yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas, bahkan di tengah jadwal liburan yang padat dan perubahan jam makan.
Liburan seringkali diidentikkan dengan konsumsi makanan berlemak atau manis secara berlebihan. Padahal, penambahan sayur, buah, sumber protein, serta asupan air minum yang cukup dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan mencegah kelelahan. Hasilnya, momen liburan dapat dinikmati tanpa drama kelelahan atau badan terasa berat. Dengan pola makan yang lebih seimbang, tubuh juga akan lebih siap untuk kembali ke rutinitas harian setelah liburan usai. Oleh karena itu, sambil menikmati suasana pergantian tahun, menjaga asupan gizi tetap menjadi investasi sederhana demi tubuh yang bertenaga dan sehat.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Pentingnya Gizi Seimbang Menurut Pakar
Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS, Guru Besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), menegaskan bahwa mempertahankan kebiasaan makan bergizi seimbang selama liburan Tahun Baru dapat menyediakan energi serta protein dan zat yang diperlukan tubuh.
“Kebiasaan makan makanan yang seimbang juga menyebabkan kita terjauh dari problem obesitas atau overweight. Nah kalau itu dipertahankan dengan baik, maka apakah tahun baru atau bukan tahun baru, itu bukan menjadi masalah. Sehingga kita bisa melakukan perayaan tahun baru dengan tubuh yang sehat dan bugar,” kata Ali pada Rabu (31/12).
Menurut Mureks, makanan seimbang yang terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah, jika dikonsumsi dalam jumlah yang proporsional, akan menjadi sumber energi vital untuk aktivitas dan juga berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh.
Mengelola Asupan Makanan dan Istirahat
Ali menjelaskan, jumlah masakan yang disiapkan di rumah atau porsi makanan di restoran saat perayaan Tahun Baru umumnya tidak terlalu berlebihan dibandingkan dengan perayaan hari raya keagamaan seperti Idul Fitri. Ia menambahkan, meskipun ada kecenderungan mengonsumsi makanan “berlebihan” saat Tahun Baru, hal tersebut dapat diimbangi dengan adaptasi. Caranya adalah mengurangi asupan makanan sedikit atau kembali pada pola makan normal keesokan harinya.
Namun, aspek yang perlu lebih diwaspadai adalah potensi kurangnya istirahat, terutama bagi mereka yang merayakan Tahun Baru hingga dini hari. Untuk mengembalikan stamina setelah begadang, Ali menyarankan agar hal tersebut dapat ditebus dalam waktu satu hingga dua hari ke depan dengan istirahat yang cukup.
“Intinya adalah bahwa dalam situasi apapun istirahat itu cukup ya, kemudian makan secara cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Itu semuanya akan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” tegasnya.
Mengenai kebutuhan suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, Ali mengatakan bahwa hal tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu. Jika asupan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sudah dirasa cukup, maka suplemen tidak menjadi sesuatu yang esensial.






