SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Kelompok Wastramata sukses menyelenggarakan kampanye Public Relations. Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan pembelajaran akademik berbasis praktik yang berfokus pada nilai keberlanjutan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kampanye ini mengangkat tema ecoprint, sebuah teknik kriya ramah lingkungan. Sebagai kegiatan utama, Wastramata menggelar Workshop Pembuatan Ecoprint bersama ibu-ibu PKK Desa Bakalan, Kecamatan Kartasura, pada 9 Desember 2025.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Ketua pelaksana, Arif Cahyo Nugroho, menjelaskan tujuan dari inisiatif ini. “Workshop ini bertujuan untuk mengenalkan teknik ecoprint sebagai alternatif kriya ramah lingkungan sekaligus membuka peluang kreativitas dan ekonomi berbasis potensi alam sekitar,” ungkap Arif pada Kamis (1/1).
Workshop ecoprint tersebut terselenggara berkat kolaborasi dengan Godhongkoe, sebuah pelaku kreatif yang berfokus pada ecoprint dan produk berkelanjutan. Arif menambahkan, “Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta sekaligus memperkuat nilai edukatif dalam kampanye yang dijalankan.”
Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan pendampingan langsung yang memungkinkan peserta mempraktikkan proses ecoprint secara mandiri. Antusiasme peserta, khususnya ibu-ibu PKK, terlihat jelas selama workshop.
Lelita Azaria, M.Sc., selaku dosen pengampu mata kuliah Kampanye Public Relation, mengapresiasi kampanye ini. Menurutnya, pengolahan limbah organik menjadi produk ecoprint sangat bermanfaat, terutama bagi ibu rumah tangga. “Menggandeng ibu – ibu PKK menjadi audiens workshop ecoprint adalah langkah yang tepat, ibu – ibu tampak antusias dan bersemangat saat mengikuti pembuatan ecoprint,” ujarnya.
Selain sebagai pengolahan limbah organik dan aktivitas positif, produk ecoprint juga memiliki potensi untuk diperjualbelikan, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kampanye, Kelompok Wastramata juga mengadakan Pameran Ecoprint. Pameran ini berlangsung pada 15–18 Desember 2025 di Lantai 2 Gedung FKI UMS, menampilkan berbagai karya ecoprint hasil workshop serta karya kolaboratif.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap proses kreatif, tetapi juga ruang edukasi publik mengenai ecoprint sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Mureks mencatat bahwa inisiatif seperti ini menunjukkan peran penting mahasiswa sebagai komunikator perubahan yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menciptakan dampak sosial melalui kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata di tengah masyarakat.






