Keuangan

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Dua Kali dalam Sepekan Awal 2026, Lampaui Proyeksi Analis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) untuk kedua kalinya di awal Januari 2026. Capaian ini terjadi hanya dalam sepekan pertama tahun baru, melampaui proyeksi banyak analis pasar.

Rekor pertama tercatat pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Kala itu, indeks ditutup menguat 1,27 persen, mencapai level 8.859,191. Sementara itu, rekor kedua tercipta pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, di mana IHSG ditutup menguat 0,84 persen ke posisi 8.933,61.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa lonjakan ini terbilang di luar perkiraan. “Untuk kedua kalinya di tahun ini, IHSG lagi-lagi mampu kembali mencetak rekor all time high. Sebuah level yang kami proyeksikan tidak akan terjadi secepat ini, namun takdir berkata lain,” ujar Nico.

Menurut Mureks, pergerakan pasar yang lebih cepat dari ekspektasi ini menunjukkan dinamika yang kuat. Namun, setelah lonjakan signifikan tersebut, ruang penguatan IHSG dinilai mulai terbatas. Hingga saat ini, belum terlihat adanya rilis data ekonomi baru yang cukup kuat untuk menjadi penggerak pasar selanjutnya.

Kondisi ini menyebabkan pergerakan indeks diperkirakan akan cenderung lebih sempit dalam jangka pendek. Nico menambahkan, “Namun demikian, sejauh ini tidak ada lagi data yang mampu menggerakkan pasar. Sehingga rasanya, pergerakan masih akan jauh lebih terbatas.”

Faktor Eksternal: Dorongan Belanja dari China

Dalam kondisi minim katalis domestik, perhatian pelaku pasar mulai beralih ke perkembangan global, khususnya dari China. Pemerintah China dilaporkan telah mengumumkan rencana belanja masyarakat dengan nilai total mencapai 51 miliar dollar AS. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong konsumsi dan investasi sepanjang tahun 2026.

Langkah tersebut merupakan inisiatif awal untuk menopang permintaan domestik, sekaligus melindungi perekonomian Tiongkok dari meningkatnya tantangan eksternal. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) Tiongkok juga menyampaikan rencana alokasi dana sebesar 295 miliar yuan, atau sekitar 42 miliar dollar AS, pada tahun 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung inisiatif strategis, keamanan nasional, serta investasi di luar anggaran pemerintah pusat. Selain itu, NDRC menyiapkan dana awal sebesar 62,5 miliar yuan yang akan dialokasikan pada tahun depan untuk mendukung program subsidi tukar tambah barang konsumsi.

Mureks