Henny Maria, pemilik warung makan Steak Twogether yang menjadi korban pembakaran saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Jumat (2/1/2026). Pemanggilan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan atas insiden yang merugikan puluhan pedagang kecil tersebut.
“Iya, kebetulan kita dapat panggilan resmi dari Polda. Jadi untuk melengkapi mungkin proses penyidikan, sama mungkin pemanggilan saksi, dan mungkin laporan kerugian apa segala macam yang kemarin sudah diproses sebelumnya,” ujar Henny sebelum memasuki gedung pemeriksaan di Jakarta.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Detail Pemeriksaan dan Kerugian Pedagang
Dalam pemeriksaan, Henny diminta untuk menyampaikan secara detail mengenai kerugian yang dialaminya serta kronologi peristiwa pembakaran kios. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian ingin mendapatkan gambaran lengkap tentang insiden tersebut dari sudut pandang korban.
“Pemeriksaannya mungkin laporan-laporan terkait yang kerugian kita apa saja, sebanyak apa, sebesar apa, lalu mungkin saksi yang diketahui tentang kejadian kebakaran di Kalibata. Itu mungkin kita akan ditanyai lagi sih secara detail, mungkin kurang lebih seperti itu,” katanya.
Henny mengungkapkan, total kerugian yang dideritanya akibat kerusakan parah pada kiosnya mencapai hampir Rp100 juta. “Ya puluh-puluhan juta sih ya, hampir Rp100 juta lah kurang lebih,” ucapnya.
Hingga saat ini, warung miliknya belum dapat beroperasi kembali. Selain karena kerusakan fisik, Henny mengaku masih dihantui rasa takut akibat ancaman yang ia terima pasca-kejadian. “Sementara belum tahu, kita juga lagi cari cara berusaha buat bangkit. Mudah-mudahan ntar ada jalannya sih,” harapnya.
Pengamanan Polisi dan Harapan Korban
Terkait ancaman yang diterima, Henny telah melaporkannya kepada pihak kepolisian. Ia menyatakan telah mendapatkan pengamanan sementara dari kepolisian. “Oh, untuk ancaman-ancaman ini kita sudah sampaikan juga kepada pihak kepolisian. Kalau saya pribadi ya mengikuti prosedur saja sih,” tuturnya.
“Tindakannya pengamanan sementara. Pengamanan dari kepolisian buat kamilah, korban,” lanjut Henny.
Melalui pemeriksaannya ini, Henny berharap kehadirannya dapat membantu pedagang lain yang juga menjadi korban agar mendapatkan perhatian dan pemulihan. “Membantu kita mendapatkan perhatianlah sama pemulihanlah sebagai pedagang kecil gitu di sini,” ujarnya.
Mureks mencatat bahwa berdasarkan informasi yang diterima Henny, jumlah kios dan warung yang terdampak dalam insiden tersebut mencapai puluhan. “Yang saya tahu sih laporannya 37 kios, tapi saya kurang tahu berapa-berapanya yang rusak, detailnya kurang tahu juga. Cuma kemarin dapat pemerataan dari Polda kan dapat semua tuh, 37 itu. Kurang lebih 37 kios dan warung,” jelas Henny.
Pemeriksaan terhadap para saksi dan korban dilakukan secara bertahap. “Saksi dan korban kurang lebih katanya ada 15 sampai 20 orang, tapi mungkin hari ini ada dibagi kloternya ada 7-8 orang kalau nggak salah,” imbuhnya.
Meski masih diliputi ketakutan, Henny menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. “Ya tetap ada, tetap ada ketakutan, cuma kita serahkan kepada pihak kepolisian sih yang lebih paham,” pungkasnya.
Kronologi Kericuhan dan Penangkapan Pelaku
Kericuhan yang berujung pada pembakaran kios di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata terjadi pada Kamis (11/12/2025). Peristiwa ini dipicu oleh pengeroyokan dua orang penagih utang atau ‘mata elang’ hingga tewas.
Setelah pengeroyokan, massa yang diduga merupakan rekan-rekan korban penagih utang tersebut menggeruduk lokasi di seberang TMP Kalibata. Mereka kemudian membakar warung tenda kuliner, termasuk kios bangunan permanen, yang menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang yang tidak terlibat dalam permasalahan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin sebelumnya telah mengonfirmasi penangkapan pelaku pembakaran kios di Kalibata. “Untuk pelaku pembakarannya kami sudah melakukan penangkapan dan saat ini masih dalam proses pengembangan terhadap tersangka lainnya,” kata Kombes Iman Imanuddin saat rilis akhir tahun 2025 di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025). Namun, Iman belum merinci identitas maupun jumlah tersangka yang telah diamankan.






