Sejumlah perusahaan penambang Bitcoin mulai mengalihkan fokus bisnis mereka ke pusat data kecerdasan buatan (AI) sebagai strategi adaptasi menghadapi tekanan ‘crypto winter’ yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2025. Langkah ini terbukti mendongkrak nilai kapitalisasi pasar gabungan mereka hingga USD 16 miliar dalam kurun satu bulan, jauh melampaui pertumbuhan harga Bitcoin pada periode yang sama.
Dikutip dari CoinMarketCap pada Kamis (1/1/2026), perusahaan seperti CleanSpark dan IREN kini memperkuat infrastruktur mereka untuk mendukung beban kerja high-performance computing (HPC) di Amerika Serikat. Peralihan ini dinilai sebagai adaptasi strategis terhadap perubahan permintaan pasar dan kebutuhan komputasi global.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
CleanSpark, misalnya, berhasil mengamankan kesepakatan besar pembangunan pusat data AI di Wyoming. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan dari bisnis AI mencapai USD 9,3 miliar pada akhir tahun 2026. Sementara itu, IREN menandatangani kontrak hosting AI berdurasi lima tahun dengan Microsoft. Kontrak ini diperkirakan akan menyumbang lebih dari 40 persen pendapatan IREN pada tahun 2027, menegaskan pentingnya sektor AI dalam strategi bisnis perusahaan penambang kripto.
Mureks mencatat bahwa peralihan strategis ini tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga memberikan efek finansial signifikan, mulai dari kenaikan nilai kapitalisasi pasar, penilaian ulang saham, hingga proyeksi pendapatan baru dari kontrak AI.
AI Tambah Daya Tarik Investor
Peralihan ke kontrak AI terbukti mendongkrak valuasi perusahaan. Sejumlah analis menilai strategi ini berpotensi mendorong transformasi teknologi dan finansial di industri penambangan. Secara historis, perusahaan yang menyelaraskan bisnisnya dengan metrik pusat data AI cenderung mendapatkan penilaian pasar lebih tinggi, seperti yang dialami WULF dan RIOT.
Langkah para penambang ini juga mencerminkan pola adaptasi pasca halving Bitcoin, di mana tekanan margin mendorong diversifikasi bisnis di luar aktivitas penambangan murni. Crypto winter saat ini justru mempercepat transisi tersebut.
Kesepakatan besar di sektor AI, termasuk kontrak OpenAI bernilai USD 300 miliar, menunjukkan pergeseran prioritas infrastruktur komputasi global. Para ahli dari Kanalcoin menilai fasilitas dengan fungsi ganda—penambangan kripto dan pusat data AI—dapat mengurangi risiko bisnis sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional.
CEO Microsoft Satya Nadella pun menegaskan pentingnya peran AI dalam transformasi bisnis global. Ia mengatakan, “cloud dan AI menjadi kekuatan pendorong transformasi bisnis di setiap industri dan sektor,” yang sekaligus menyoroti besarnya dampak AI terhadap belanja modal dan arah investasi ke depan. Dengan strategi baru ini, penambang Bitcoin dinilai tidak hanya bertahan dari tekanan pasar, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di era ekonomi berbasis AI.






