PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil mengamankan fasilitas pinjaman senilai USD 200 juta atau setara Rp 3,33 triliun. Dana tersebut diperoleh dari Bangkok Bank Public Company Limited, sebuah bank yang berbasis di Thailand.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Mureks mencatat bahwa perjanjian fasilitas pinjaman ini telah ditandatangani pada 29 Desember 2025. Pinjaman ini bertujuan untuk mendukung berbagai keperluan umum korporasi perseroan.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Tujuan Pinjaman dan Kinerja Saham
“Pemberian fasilitas pinjaman ini untuk mendukung keperluan umum korporasi perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha perseroan,” demikian bunyi kutipan dari keterbukaan informasi BEI.
Transaksi pinjaman ini dipastikan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan maupun transaksi afiliasi, sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 30 Desember 2025, harga saham CDIA tercatat melemah 0,30% ke posisi Rp 1.670 per saham. Saham CDIA sempat dibuka naik lima poin ke Rp 1.680, dengan level tertinggi Rp 1.715 dan terendah Rp 1.665 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 26.116 kali dengan volume 1.180.118 saham, serta nilai transaksi Rp 199,8 miliar.
Ekspansi Infrastruktur: Fasilitas Tangki Bitumen
Selain pinjaman, CDIA, melalui anak usahanya di pilar kepelabuhanan dan penyimpanan, PT Redeco Petrolin Utama (RPU), juga tengah memperkuat infrastruktur industrinya. RPU telah memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas tangki bitumen dengan kapasitas total 12.000 meter kubik (m3).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi grup Chandra Daya Investasi untuk memperkuat penyediaan infrastruktur industri yang terintegrasi, sekaligus mendukung kebutuhan nasional dalam penyediaan dan penanganan pasokan bitumen.
Fasilitas penyimpanan bitumen ini direncanakan mulai beroperasi pada kuartal III 2026. Fasilitas ini akan terdiri dari tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 m3, 4.000 m3, dan 5.000 m3. Pembangunan ini juga akan mendukung integrasi aset-aset Chandra Asri Group sebagai induk usaha CDI Group, dengan keterlibatan Aster Chemicals and Energy Pte Ltd sebagai pemasok bitumen.
Presiden Direktur grup CDI, Fransiskus Ruly Aryawan, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tangki bitumen ini adalah langkah krusial bagi grup CDI dalam memperkuat integrasi infrastruktur industri.
“Dengan rekam jejak RPU yang kuat di sektorkepelabuhanan dan penyimpanan, CDI Group siap berkontribusi dalam pengembangan serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Aryawan, seperti dikutip dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (2/12/2025).
Dengan penambahan fasilitas ini, RPU kini akan mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan yang mampu menampung beragam produk, termasuk petrokimia, minyak bumi, pelumas, dan bitumen sebagai produk cair baru.
Beroperasi sejak 1986, RPU dikenal andal dalam layanan kepelabuhanan dan penyimpanan di terminal Merak, Banten. RPU juga memiliki dan mengoperasikan dua dermaga yang terhubung dengan jaringan tangki penyimpanan berbagai ukuran, memastikan layanan bongkar muat yang efisien dan sesuai karakteristik produk.
Kehadiran fasilitas tangki bitumen ini diharapkan semakin memperkuat CDI Group melalui RPU sebagai mitra strategis bagi industri yang membutuhkan solusi logistik dan penyimpanan cair berstandar tinggi, serta memperluas jangkauan layanan infrastruktur bagi sektor industri nasional.






