Tren

Disnaker Cirebon Fasilitasi Pembiayaan KUR untuk Pekerja Migran Indonesia Tujuan Jepang

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memfasilitasi program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan ditempatkan di Jepang. Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank BJB Cabang Sumber dan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Rakyat (LPPR).

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bentuk pelaksanaan program pemerintah pusat terkait pembiayaan bagi PMI melalui skema KUR. “Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank BJB Cabang Sumber dan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Rakyat (LPPR),” kata Novi di Cirebon, Kamis (01/01/2026).

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan calon PMI memperoleh akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan tidak memberatkan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri. “Ini menjadi komitmen kami untuk menindaklanjuti program KUR PMI, agar pembiayaan bisa diakses dengan mudah dan tidak membebani para pekerja,” tegas Novi.

Novi menambahkan, biaya penempatan seringkali menjadi kendala utama bagi calon PMI tujuan Jepang. Oleh karena itu, dukungan pembiayaan yang jelas dan terukur sangat diperlukan untuk meringankan beban mereka.

Penyaluran KUR pada tahap awal difokuskan untuk penempatan PMI ke Jepang karena kerja sama kelembagaan yang kuat telah terbangun. Mureks mencatat bahwa proses penyaluran KUR dapat segera dilakukan setelah seluruh berkas masuk dan kontrak ditandatangani. “Jika seluruh berkas sudah masuk dan kontrak ditandatangani, maka KUR dapat segera disalurkan,” ujarnya.

Saat ini, dari total 65 calon PMI yang mengikuti program ini, sebanyak enam orang telah diberangkatkan ke Jepang. Sementara itu, sekitar 25 orang lainnya masih dalam proses penyelesaian dokumen seperti visa kerja dan paspor. Novi menyoroti manfaat KUR, “Selama ini banyak yang terpaksa meminjam uang ke pihak lain dengan bunga besar. Dengan KUR, beban mereka menjadi jauh lebih ringan.”

Nilai pembiayaan KUR bagi calon PMI ke Jepang berkisar antara Rp35 juta hingga Rp40 juta, dengan biaya pelatihan yang telah ditanggung oleh program. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan bagi keluarga PMI melalui program pemberdayaan ekonomi, yang diarahkan pada pengembangan usaha mikro agar keluarga memiliki aktivitas ekonomi produktif selama anggota keluarganya bekerja di luar negeri.

Mureks