Suara dentuman keras disertai kilatan cahaya misterius mengejutkan masyarakat di sejumlah kecamatan di kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (5/1) malam. Peristiwa ini memicu kepanikan warga dan kini tengah diselidiki oleh pihak berwenang.
Emma Maryani (33), warga Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, mengaku mendengar langsung dentuman dan melihat kilatan cahaya tersebut. Ia bahkan menyebut peristiwa itu sempat terekam CCTV di rumahnya. “Bahkan sempat terekam CCTV di rumah, saya awalnya hanya mengira suara dentuman itu berasal dari ban kendaraan yang pecah atau meletus,” kata Emma, Kamis (8/1), kepada tim redaksi Mureks.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Emma menjelaskan, dentuman yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu sangat keras dan jelas. “Dentumannya terdengar sekali, tapi sangat keras dan jelas. Warga sekitar rumah juga sempat panik dan berhamburan keluar rumahnya,” imbuhnya.
Senada, Deddy (45), warga Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Cianjur, juga mendengar bunyi dentuman pada waktu yang sama. “Suaranya terdengar keras dan menggelegar, dan hanya sekali saja. Belum tahu sumbernya dari mana,” ujar Deddy.
Meski Deddy tidak melihat kilatan cahaya, ia menyebut beberapa warga lain mengaku melihat kilatan cahaya merah di langit. “Sebagian warga sempat ada yang melihat dari atas ke bawah. Tapi, saya sendiri tidak melihatnya, karena saat mendengar suara itu sedang berada di dalam rumah,” jelasnya.
Camat Cipanas, Yudi Adhi Nugroho, membenarkan adanya laporan bunyi dentuman misterius tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa sumber dan asal-usulnya belum dapat dipastikan. “Betul, saya sudah menerima laporannya. Sedang dikaji, sumbernya dari mana,” ujar Yudi.
Yudi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak yang berwenang. “Karena kita tidak bisa asal memberikan statement, karena ini atau itu, kita percayakan ke pihak yang berwenang saja,” ucapnya.
Ia juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Tetap tenang, tidak usah panik. Kita percaya kepada pihak yang berwenang yang sedang menelusuri hal ini,” pungkas Yudi.





