Rabu, 07 Januari 2026 – Dinamika pasar otomotif global menunjukkan pergeseran signifikan pada akhir tahun 2025. Berdasarkan data kapitalisasi pasar bursa saham dunia, dua produsen asal Tiongkok, BYD dan Xiaomi, kini menempati posisi ketiga dan keempat sebagai perusahaan otomotif terbesar di dunia, bersaing ketat dengan dominasi Tesla dan Toyota.
Menurut data kapitalisasi pasar dari CLS yang disitat Carnewschina, Tesla tetap kokoh di puncak sebagai perusahaan otomotif dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, mencapai sekitar US$1.495,69 miliar atau setara Rp23.172 triliun pada 31 Desember 2025. Posisi kedua ditempati oleh Toyota.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Yang menarik, Xiaomi berhasil menduduki posisi ketiga secara global dengan nilai pasar mencapai US$131,49 miliar atau sekitar Rp2.038 triliun. Sementara itu, BYD menyusul di posisi keempat dengan kapitalisasi pasar sebesar US$130,23 miliar atau setara Rp2.021 triliun.
Pencapaian Xiaomi menjadi sorotan mengingat perusahaan teknologi ini baru serius menekuni bisnis otomotif dalam beberapa tahun terakhir. Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam sebuah livestream, mengonfirmasi bahwa “Xiaomi Auto menargetkan 550.000 pengiriman kendaraan pada 2026 setelah lebih dari 410.000 unit berhasil dikirim pada 2025.”
Di sisi lain, BYD berhasil mempertahankan posisinya di jajaran empat besar setelah mencatat penjualan kendaraan energi baru (NEV) sepanjang tahun 2025 mencapai 4,602 juta unit, termasuk 2,2567 juta unit BEV. Mureks mencatat bahwa angka penjualan ini bahkan melampaui penjualan mobil listrik yang dilaporkan oleh Tesla selama periode yang sama.
Dinamika Peringkat 10 Besar Dunia
Selain empat besar, lanskap 10 perusahaan otomotif global juga menunjukkan dinamika yang menarik. Beberapa perusahaan seperti General Motors, Mercedes-Benz Group, dan BMW Group berhasil menaikkan peringkat mereka. Sebaliknya, Porsche justru terlempar dari daftar 10 besar pada akhir tahun 2025.
Masuknya Maruti Suzuki India ke dalam daftar 10 besar turut menunjukkan diversifikasi kekuatan otomotif global yang semakin luas. Fenomena ini mencerminkan pergeseran berkelanjutan dalam industri otomotif global, di mana produsen Tiongkok semakin menonjol tidak hanya dari sisi volume penjualan tetapi juga dari nilai pasar.





