Otomotif

Toyota Indonesia Genjot Ekspor Ribuan Yaris Cross dan Wigo ke Venezuela di Tengah Gejolak Politik

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus menunjukkan dominasinya di pasar ekspor otomotif global, termasuk ke Venezuela. Hingga November 2025, ribuan unit mobil Toyota Yaris Cross dan Wigo telah dikirimkan ke negara Amerika Latin tersebut, di tengah situasi politik Venezuela yang tengah memanas.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang Januari hingga November 2025, Toyota berhasil menyalurkan 1.008 unit Yaris Cross tipe G, varian non-hibrida. Sementara itu, model Wigo, yang dikenal sebagai Agya di pasar domestik, mencatatkan angka ekspor yang lebih tinggi, mencapai 5.971 unit.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Ekspor ini berlangsung di tengah sorotan internasional terhadap Venezuela, menyusul penahanan Presiden Nicolas Maduro oleh pemerintah Amerika Serikat. Penahanan tersebut terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan keterlibatan dalam kartel narkoba. Menanggapi kondisi internal Venezuela, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait langkah-langkah yang akan diambil.

“So far belum dapat info terbaru,” ujar Bob singkat kepada kumparan pada Rabu (7/1/2026).

Pencapaian Ekspor 3 Juta Unit Toyota Indonesia

Sebelumnya, Toyota Indonesia baru saja merayakan pencapaian signifikan dengan total ekspor 3 juta unit kendaraan ke berbagai negara tujuan. Seremoni penting ini bahkan dihadiri langsung oleh CEO Toyota Motor Corporation (TMC), Koji Sato, yang turut melakoni pelepasan unit ekspor.

Dalam sambutannya di Karawang, Jawa Barat, awal September 2025 lalu, Sato menyampaikan apresiasinya. “Mewakili Toyota Group kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya. Dan seluruh partner kami selama lebih dari 50 tahun,” kata Sato.

Toyota memulai bisnisnya di Indonesia sejak tahun 1970, dan ekspansi ekspor kendaraan pabrikan dari Tanah Air telah dimulai sejak 1987. Kala itu, produk Kijang generasi ketiga menjadi pionir yang dikirimkan untuk pasar Brunei Darussalam.

Mureks mencatat bahwa tonggak sejarah ekspor 1 juta unit mobil lansiran Toyota Indonesia tercapai pada tahun 2018. Empat tahun berselang, jumlah pengiriman ke luar negeri menyentuh angka 2 juta unit, dan terus berlanjut hingga mencapai 3 juta unit pada September 2025. Sejalan dengan pencapaian tersebut, Toyota terus memperluas tujuan ekspornya hingga ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Kontribusi Otomotif pada Ekspor Indonesia ke Venezuela

Data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan bahwa nilai pengiriman komoditas hasil Indonesia ke Venezuela sepanjang tahun 2025 mencapai USD 66,66 juta, atau setara dengan sekitar Rp 1,1 triliun. Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 40,59 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Dari total nilai tersebut, komoditas otomotif yang diidentifikasi dengan kode HS 87, berperan sebagai kontributor terbesar. Sektor ini menyumbang nilai sebesar USD 46,38 juta, atau sekitar Rp 777,3 miliar, menunjukkan peran vital industri otomotif dalam hubungan dagang kedua negara.

Mureks