Otomotif

Toyota Indonesia Tetap Ekspor Yaris Cross dan Wigo ke Venezuela di Tengah Gejolak Politik

Di tengah gejolak politik yang melanda Venezuela, Indonesia melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tetap melanjutkan pengiriman dua model mobil andalannya, yakni Yaris Cross dan Wigo. Negara di Amerika Selatan tersebut menjadi salah satu tujuan ekspor kendaraan buatan Tanah Air.

Venezuela sendiri tengah menjadi sorotan dunia setelah Presiden Nicolas Maduro ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat. Penahanan ini terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan keterlibatan dalam jaringan kartel narkoba.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Ekspor Ribuan Unit Yaris Cross dan Wigo

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya Toyota yang tercatat mengirimkan unit kendaraannya ke Venezuela. Dua model yang diekspor adalah Toyota Yaris Cross dan Toyota Wigo, yang dikenal sebagai Agya di pasar domestik Indonesia.

Mureks mencatat bahwa laporan distribusi sepanjang tahun 2025, hingga periode Januari-November, menunjukkan pengiriman 1.008 unit Toyota Yaris Cross tipe G (versi non-hibrida). Sementara itu, model Toyota Wigo telah mencapai angka 5.971 unit.

Tanggapan Toyota Indonesia

Menyikapi kondisi internal Venezuela yang bergejolak, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terbaru atau memutuskan langkah spesifik terkait situasi tersebut.

“So far belum dapat info terbaru,” ujar Bob singkat kepada kumparan, Rabu (7/1/2026).

Pencapaian Ekspor 3 Juta Unit

Sebelumnya, Toyota Indonesia baru saja merayakan pencapaian penting dengan mengekspor 3 juta unit kendaraan ke berbagai negara tujuan. Seremoni pelepasan ekspor ini bahkan dihadiri oleh CEO Toyota Motor Corporation (TMC), Koji Sato.

Dalam sambutannya di Karawang, Jawa Barat, awal September 2025 lalu, Sato menyampaikan apresiasinya. “Mewakili Toyota Group kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya. Dan seluruh partner kami selama lebih dari 50 tahun,” kata Koji Sato.

Toyota memulai bisnisnya di Indonesia sejak tahun 1970 dan mulai memperkenalkan produknya ke kancah internasional. Ekspor kendaraan pabrikan dari Indonesia sendiri telah dimulai sejak tahun 1987, diawali dengan pengiriman Kijang generasi ketiga untuk pasar Brunei Darussalam.

Pencapaian ekspor 1 juta unit mobil Toyota dari Indonesia terjadi pada tahun 2018. Empat tahun kemudian, jumlah pengiriman ke luar negeri menyentuh angka 2 juta unit. Sejalan dengan pencapaian ini, Toyota terus memperluas jangkauan tujuan ekspornya hingga ke lebih dari 100 negara.

Kontribusi Otomotif dalam Perdagangan Indonesia-Venezuela

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan bahwa nilai pengiriman komoditas dari Indonesia ke Venezuela sepanjang tahun 2025 mencapai USD 66,66 juta, atau sekitar Rp 1,1 triliun. Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 40,59 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Dari total nilai tersebut, komoditas otomotif yang diidentifikasi dengan kode HS 87 menjadi kontributor terbesar. Sektor ini menyumbang nilai sebesar USD 46,38 juta, atau setara dengan sekitar Rp 777,3 miliar.

Mureks