Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menilai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat memiliki peran krusial dalam mendongkrak produktivitas sektor pertanian di wilayahnya. Kehadiran alsintan ini secara signifikan mempercepat dan mengefisienkan proses olah lahan hingga panen.
Dengan dukungan peralatan modern, beban kerja petani dapat ditekan secara substansial, sekaligus menghemat waktu dan biaya produksi. Dampaknya, hasil pertanian menjadi lebih optimal dan peluang peningkatan produksi semakin terbuka lebar, terutama di tengah tantangan perubahan cuaca ekstrem dan keterbatasan tenaga kerja.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menegaskan dampak positif tersebut. “Bantuan alsintan ini mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan kegiatan budidaya di tingkat petani,” kata Wahyu saat dikonfirmasi di Kuningan, Jumat (2/1).
Mureks mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Kuningan telah menerima total 337 unit alsintan. Bantuan ini bernilai mendekati Rp10 miliar, yang seluruhnya bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan). Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan upaya strategis untuk memperkuat mekanisasi pertanian, guna meningkatkan efisiensi usaha tani serta mempercepat proses tanam dan panen.
Seluruh bantuan alsintan tersebut didistribusikan secara bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah sentra produksi pertanian di Kabupaten Kuningan. “Pada penyaluran terbaru, bantuan alsintan diberikan kepada 34 kelompok tani yang tersebar di 34 desa pada 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan,” tambah Wahyu.
Jenis Alsintan yang Diterima
Alsintan yang diterima oleh kelompok tani di Kuningan mencakup berbagai jenis peralatan modern, antara lain:
- Combine harvester
- Crawler traktor
- Traktor roda empat
- Traktor roda dua
- Rice transplanter
- Hand sprayer
- Power thresher
- Pompa air
- Corn sheller
Selain penguatan mekanisasi, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memfokuskan perhatian pada penguatan infrastruktur irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi pangan. Pada tahun 2025, pemerintah daerah melaksanakan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare melalui berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian.
Kegiatan tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta pembangunan embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian. “Pembangunan irigasi perpompaan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua sampai tiga kali dalam setahun secara lebih terjadwal,” jelas Wahyu Hidayah.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa bantuan alsintan ini merupakan bagian integral dari strategi modernisasi pertanian daerah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan pada akhirnya, kesejahteraan para petani di Kabupaten Kuningan.






