Nasional

Alzubidi: “Fase Transisi Kemerdekaan Dua Tahun”, Kelompok Separatis Yaman Panaskan Hadramout

Kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) Yaman mengumumkan rencana referendum kemerdekaan pada Jumat (2/1/2026), memicu ketegangan baru di wilayah Hadramout yang kaya sumber daya. Presiden STC, Aidaros Alzubidi, menyatakan bahwa fase transisi menuju kemerdekaan akan berlangsung selama dua tahun, melibatkan dialog dengan Yaman utara yang dikuasai kelompok Houthi.

Ancaman Deklarasi Segera dan Perebutan Wilayah

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Alzubidi memperingatkan bahwa STC tidak akan ragu mendeklarasikan kemerdekaan segera jika seruan dialog tidak diindahkan atau jika wilayah Yaman selatan kembali menjadi sasaran serangan militer.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

“Dewan meminta komunitas internasional untuk mendukung dialog antara pihak-pihak yang terkait di utara dan selatan,” kata Alzubidi, dikutip dari AFP, Sabtu (3/1/2026).

“Deklarasi konstitusional ini akan dianggap segera berlaku dan langsung efektif sebelum tanggal tersebut (2 Januari 2028), jika seruan tersebut tidak diindahkan atau jika warga di selatan, tanah mereka, atau pasukan mereka menjadi sasaran serangan militer,” lanjutnya, menegaskan keseriusan ancaman tersebut.

Mureks mencatat bahwa pengumuman ini menyusul serangkaian perebutan wilayah oleh pasukan STC bulan lalu. Mereka berhasil menguasai sebagian besar Hadramout yang berbatasan dengan Arab Saudi, serta provinsi Al-Mahra di perbatasan Oman, dalam serangan yang sebagian besar tidak mendapat perlawanan signifikan.

Ketegangan Saudi-UEA dan Potensi Perpecahan Yaman

Langkah STC ini memperkeruh hubungan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dua kekuatan regional yang selama bertahun-tahun mendukung faksi-faksi yang bersaing di wilayah pemerintahan Yaman yang terpecah belah. Serangan STC di Hadramout dan Al-Mahra secara terang-terangan membuat Riyadh marah, menempatkan kedua kekuatan Teluk tersebut dalam perselisihan.

Konflik yang memanas di Hadramout dan Al-Mahrah ini menjadi latar belakang pengumuman referendum kemerdekaan. Yaman, yang pernah terpisah menjadi utara dan selatan dari tahun 1967 hingga 1990, kini berpotensi kembali terpecah dalam dua tahun ke depan jika rencana kemerdekaan STC terwujud. Jika berhasil, negara baru tersebut akan disebut sebagai “Arab Selatan”.

Mureks