Nasional

Aksi Nyata Mahasiswa UNNES: Edukasi Pemilahan Sampah Ubah Siswa SDN Pagersari Jadi Agen Perubahan

Mahasiswa GIAT 14 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemilahan sampah kepada 24 pelajar SDN 02 Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan menjadikan siswa sebagai agen perubahan.

Program edukasi ini menyasar anak-anak di Desa Pagersari untuk memberi pemahaman pentingnya kebersihan lingkungan, khususnya di lingkup pendidikan. Muhammad Siddiq, salah satu pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa minimnya edukasi soal kebersihan lingkungan menjadi alasan utama pemilihan SDN 02 Desa Pagersari sebagai sasaran sosialisasi.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Membangun Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

“Anak SD dapat dibina sejak dini untuk mengurangi masalah lingkungan di kemudian hari,” terang Siddiq. Ia menambahkan, “Kami memilihnya (SDN 02 Desa Pagersari) karena sebagai salah satu tempat awal mengajarkan disiplin memilah sampah.”

Sosialisasi mencakup pemaparan materi, sesi tanya jawab interaktif, hingga praktik langsung pemilahan sampah. Permainan sederhana tentang PHBS turut disisipkan, menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan partisipatif bagi para siswa dan siswi.

Zekry Tri Firnanda, Ketua GIAT 14 UNNES Desa Pagersari, mengungkapkan pandangannya. “Saya melihat siswa SDN 02 Pagersari bukan hanya sebagai objek edukasi, tapi sebagai agen perubahan kecil.” Menurut pantauan Mureks, inisiatif ini sejalan dengan visi Universitas Negeri Semarang sebagai pelopor pendidikan berwawasan konservasi.

Pengenalan Jenis Sampah dan Harapan Masa Depan

Pada praktiknya, para siswa dan siswi di SDN 02 Desa Pagersari diperkenalkan terhadap tiga jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan B3. Pengenalan ini bertujuan agar mereka mengetahui bahwa tidak semua sampah dapat dibuang hanya pada satu tempat saja.

Zekry berharap, “Dengan mengajarkan PHBS dan pemilahan sampah kepada mereka, harapannya kebiasaan baik ini akan mereka bawa pulang dan menular ke orang tua serta lingkungan sekitar.” Antusiasme pelajar terlihat saat mereka dengan lugas mampu menjelaskan kembali berbagai materi yang telah disampaikan dan menjawab pertanyaan seputar pemilahan sampah.

Baik Zekry maupun Siddiq kompak menginginkan agar kebiasaan baik ini tidak hanya diterapkan di sekolah, namun juga saat di rumah dan lingkungan sekitar. “Saya berharap kepada mereka dapat mengajak teman sebaya bahkan keluarga untuk ikut kebiasaan memilah sampah dan membuangnya ke tempat semestinya,” tutup Siddiq.

Mureks