Seorang wanita tewas ditembak oleh petugas Imigrasi Amerika Serikat (AS) di Minneapolis setelah diduga berusaha menabrak petugas tersebut dengan mobilnya. Insiden tragis ini terjadi di Jalan 34 dan Portland Avenue, Minneapolis, pada Rabu (7/1), di tengah aksi protes terhadap penegakan hukum imigrasi.
Peristiwa ini mencuat di tengah janji Presiden AS Donald Trump untuk menangkap dan mendeportasi imigran ilegal. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengutuk keras tindakan penabrakan tersebut.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Tindakan Bela Diri Petugas
“Upaya untuk menabrak petugas penegak hukum kami dengan tujuan membunuh mereka-sebuah tindakan terorisme domestik,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri, seperti dikutip dari AFP, Kamis (8/1).
Departemen tersebut menambahkan, “Seorang petugas ICE, karena takut akan nyawanya, nyawa rekan-rekan penegak hukumnya, dan keselamatan publik, melepaskan tembakan untuk membela diri. Pelaku yang diduga tertembak meninggal dunia.”
Presiden Donald Trump juga angkat bicara mengenai insiden ini. Melalui platform Truth Social, Trump membela tindakan petugas Imigrasi, menyebutnya sebagai bentuk pertahanan diri.
“Wanita yang mengendarai mobil itu sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan, yang kemudian dengan kejam, sengaja, dan brutal menabrak petugas ICE, yang tampaknya menembaknya untuk membela diri,” ujar Trump.
Mureks mencatat bahwa insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara penegak hukum imigrasi dan kelompok aktivis di AS, terutama sejak kebijakan imigrasi yang lebih ketat diberlakukan di bawah pemerintahan Trump.
Referensi penulisan: kumparan.com






