Keuangan

Ahmad Rizal Ramdhani: Bulog Siagakan 50 Ton Beras di Bandara dan Pelabuhan Sumatera

Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan bahwa pihaknya telah menyiagakan 50 ton beras di setiap bandara dan pelabuhan yang berada di kawasan bencana Sumatera. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan distribusi logistik dapat segera menjangkau daerah-daerah terdampak, baik melalui jalur udara maupun air.

Dalam konferensi pers laporan tahunan di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026), Rizal menegaskan komitmen Bulog. “Saya perintahkan minimal setiap hari harus ada 20 ton sampai bahkan 50 ton untuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan beras itu harus diterbangkan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” kata Rizal. Ia menambahkan, kesiagaan serupa juga berlaku di pelabuhan. “Termasuk juga di masing-masing pelabuhan,” imbuhnya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Dengan adanya stok beras di titik-titik transportasi utama ini, petugas berwenang yang menyalurkan logistik dapat langsung membawa bantuan tanpa perlu lagi mengangkut dari gudang Bulog. Selain itu, Rizal juga memastikan seluruh gudang Bulog bersiaga penuh selama 24 jam untuk mendukung upaya penanganan bencana. “Termasuk juga yang di gudang harus 24 jam siap untuk membantu para korban-korban bencana,” tutur Rizal.

Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November lalu hingga 2 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan total 14.227 ton beras. Rincian penyaluran tersebut meliputi:

  • Provinsi Aceh: 8.676 ton
  • Sumatera Utara: 4.482 ton
  • Sumatera Barat: 1.069 ton

Mureks mencatat bahwa stok beras di gudang Bulog wilayah Aceh saat ini mencapai 75.000 ton. Sementara itu, di Sumut tersedia 25.781 ton, dan di Sumbar sebanyak 8.527 ton. Angka ini menunjukkan ketersediaan yang memadai.

Rizal meminta masyarakat tidak perlu merasa ragu dan khawatir mengenai ketersediaan stok beras untuk korban bencana di Sumatera. Namun, pantauan Mureks menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi pemerintah adalah sulitnya distribusi. Akses jalan yang terputus akibat material banjir dan tanah longsor menjadi kendala signifikan.

Untuk mengatasi tantangan distribusi ini, Bulog berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). “Memang kendalanya satu adalah faktor akses jalan karena banyak jembatan-jembatan yang putus, maka kami berkolaborasi dengan teman-teman TNI AU maupun TNI AL dalam hal ini untuk pendorongan,” jelas Rizal.

Ia juga mengungkapkan bahwa Bulog melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyuplai lokasi bencana sebanyak tiga kali lipat dari permintaan atau kebutuhan. Sebagai contoh, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, meminta pasokan 1.000 ton beras dari Bulog, yang akan dipenuhi sesuai arahan tersebut.

Mureks