Tren

Ahmad Rizal Ramdhani: “Bulog Kembali Jaya”, Transformasi Status Otonom Masih Dibahas Intensif di DPR

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa perubahan status Bulog menjadi badan otonom masih dalam tahap pembahasan intensif di Komisi IV DPR RI. Proses legislasi ini diharapkan segera mencapai kepastian, seiring dengan visi untuk mengembalikan Bulog pada masa kejayaannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam jumpa pers bertajuk “Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026” di Jakarta pada Jumat (2/1/2026), Rizal menjelaskan bahwa pembahasan mengenai status otonom Bulog telah melalui serangkaian rapat kerja. “Ini sedang proses di Komisi IV DPR RI, sedang digodok, kemarin bulan Desember (2025) juga ada rapat di Yogyakarta. Terus kalau nggak salah hari ini juga ada rapat lanjutan,” kata Rizal.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Ia meminta semua pihak untuk bersabar menanti hasil dari proses legislasi tersebut. “Jadi teman-teman mohon waktu dan sabar saja insya Allah dalam waktu dekat akan segera ada kepastian,” ujarnya, menekankan keyakinan akan arah kelembagaan nasional yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Visi Presiden dan Mandat yang Lebih Luas

Transformasi ini, menurut Rizal, diharapkan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginginkan Bulog kembali kuat dan berperan strategis seperti masa kejayaan sebelumnya, khususnya dalam menjaga kemandirian pangan nasional secara menyeluruh, berdaulat, stabil, dan kuat.

“Jadi harapannya sesuai dengan keinginan Presiden, Bulog kembali jaya seperti zaman dulu zamannya Pak Bustanil Arifin (mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) yang menjabat pada era Orde Baru, dari tahun 1973 hingga 1993),” jelas Rizal.

Konsep badan otonom akan memungkinkan Bulog memperluas mandatnya. Tidak hanya mengelola beras, Bulog diharapkan dapat mengelola berbagai komoditas strategis pangan nasional lainnya secara terpadu, efektif, dan efisien. Mureks mencatat bahwa pengelolaan komoditas seperti minyak goreng, gula, tepung, telur, dan daging dinilai krusial agar Bulog memegang kendali langsung atas pasokan pangan strategis nasional.

Dengan kendali Bulog yang lebih luas, kemandirian pangan diharapkan dapat terwujud dalam rantai pasok dari hulu hingga hilir secara terpadu. Rizal menegaskan pentingnya hal ini untuk mencapai kemandirian sejati. “Yang namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri beras, minyak, gula tepung, telur, dan sebagainya. Daging harus kita pegang sendiri, jangan dipegang orang lain. Itu namanya mandiri, harapannya Bulog seperti itu,” ucapnya.

Mureks