Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina disebut tinggal selangkah lagi menuju akhir. Meskipun proses menuju kesepakatan damai telah mencapai sekitar 90 persen, Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan menerima perjanjian yang rapuh atau mengorbankan kedaulatan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy melalui pesan video di kanal Telegram pribadinya pada Rabu (31/12) malam. Ia mengungkapkan bahwa sisa 10 persen dari proses perdamaian bukan sekadar angka, melainkan bagian krusial yang akan menentukan apakah perdamaian benar-benar terwujud atau justru membuka jalan bagi konflik baru di masa depan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
“Sepuluh persen masih tersisa. Dan itu jauh lebih dari sekadar angka. Itulah 10 persen yang akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina, dan Eropa,” ujar Zelenskyy, seperti dikutip dari BBC.
Zelenskyy menolak keras perjanjian yang hanya berpotensi menghentikan pertempuran sementara, tetapi menyisakan akar konflik di kemudian hari. Menurut Mureks, penolakan ini menunjukkan komitmen kuat Ukraina terhadap solusi jangka panjang yang stabil.
“Kami ingin perang berakhir, bukan Ukraina yang diakhiri,” tegasnya, menekankan bahwa setiap kesepakatan harus menjamin eksistensi dan integritas Ukraina.
Ia juga mengakui dampak besar dari perang yang telah berlangsung hampir empat tahun, menyebabkan kelelahan di kalangan rakyat Ukraina. Namun, ia memuji keteguhan dan ketahanan mereka dalam mempertahankan negara.
Zelenskyy memastikan dirinya tidak akan menandatangani perjanjian apa pun yang merugikan Ukraina atau sekadar menunda pertempuran. Ia memperingatkan bahwa kesepakatan yang lemah justru berisiko memicu perang baru di kemudian hari.
“Menandatangani kesepakatan yang lemah hanya akan menyulut perang,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh upaya diplomatik yang tengah dilakukan saat ini difokuskan untuk mencapai perjanjian damai yang kuat dan berkelanjutan. Zelenskyy menyatakan tanda tangannya hanya akan dibubuhkan pada kesepakatan yang benar-benar menjamin masa depan Ukraina.






