Internasional

Zelensky Desak Donald Trump Tindak Tegas Vladimir Putin Pasca Penangkapan Nicolás Maduro di AS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil tindakan tegas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Seruan ini muncul menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Celia Flores, oleh otoritas Washington pada Sabtu, 4 Januari 2026.

Dalam pernyataannya kepada wartawan usai pertemuan dengan penasihat keamanan nasional Eropa, Zelensky mengisyaratkan agar AS menerapkan pendekatan serupa terhadap Putin di tengah konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun. “Bagaimana seharusnya saya bereaksi terhadap ini? Apa yang bisa saya katakan?” ujar Zelensky, seperti dikutip NY Post pada Senin (5/1/2026). “Jika mungkin untuk menangani diktator dengan cara ini, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.”

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Di sisi lain, penangkapan Maduro dan Flores memicu reaksi keras dari Rusia dan sejumlah negara lain. Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak pemerintahan Trump untuk segera membebaskan pasangan tersebut, menyebut tindakan AS sebagai “tidak dapat diterima”.

“Mengingat laporan yang telah dikonfirmasi mengenai Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya berada di Amerika Serikat, kami sangat mendesak kepemimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat serta istrinya,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia. “Kami menekankan perlunya menciptakan kondisi untuk menyelesaikan setiap masalah antara Amerika Serikat dan Venezuela melalui dialog.”

Mureks mencatat bahwa Nicolás Maduro dan Celia Flores dilaporkan telah tiba di New York pada Sabtu malam, 4 Januari 2026, dan dijadwalkan menghadapi dakwaan federal terkait terorisme narkoba. Presiden Trump menegaskan bahwa pasangan tersebut akan menghadapi “murka penuh keadilan Amerika”. Menurut sumber, keduanya akan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, dan diperkirakan menjalani sidang perdana di pengadilan federal paling cepat pada Senin ini waktu setempat.

Mureks