Warga Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, kembali menunjukkan semangat tinggi dalam upaya pembangunan kembali Masjid Al-Huda. Setelah sempat dirobohkan pada November 2025, kini dana donasi yang terkumpul telah mendekati angka Rp100 juta. Pembangunan tahap awal berupa talud (dinding penahan tanah) sedang berjalan, dengan agenda selanjutnya adalah konstruksi cakar ayam.
Tholabi, salah seorang warga Gari, mengungkapkan optimisme terhadap progres penggalangan dana. “Yang kita pegang hampir Rp100 juta hari ini. Setelah talud, agendanya pembangunan cakar ayam,” kata Tholabi pada Selasa (6/1).
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Semangat Warga Tak Surut Meski Sempat Kecewa
Semangat warga Gari sempat diuji setelah insiden perobohan masjid. Rewang Dwi Atmojo (72), warga setempat, menceritakan kekecewaan yang melanda. “Banyak yang kecewa. Tapi kekecewaan itu tidak menyurutkan semangat umat Islam di Gari. Justru menjadi semangat yang menggebu-gebu untuk membangun masjid ini,” ujarnya saat ditemui tim redaksi Mureks.
Dwi menambahkan, berbagai upaya telah ditempuh untuk menggalang dana, mulai dari menyebarkan proposal hingga menghubungi para donatur dan kenalan yang memiliki koneksi di berbagai kota, termasuk Jakarta. Warga tetap optimistis bahwa masjid akan rampung sesuai desain yang disepakati, meskipun total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar.
Kronologi Perobohan dan Janji Donasi Fiktif
Peristiwa ini bermula pada November 2025 ketika warga berencana merenovasi Masjid Al-Huda, yang telah berdiri sejak tahun 1984. Rencana tersebut menarik perhatian dua individu, yakni AS dari Pedukuhan Gatak, Kalurahan Gari, dan H dari Kapanewon Ngawen.
Menurut keterangan warga, H mengaku sebagai perwakilan dari sebuah yayasan yang bersedia menjadi donatur besar, dengan syarat masjid harus dirobohkan terlebih dahulu. Namun, setelah masjid dibongkar, upaya konfirmasi ke yayasan yang disebut berada di Tangerang serta kepada tokoh yang diklaim akan memberikan donasi, justru berbuah kekecewaan.
Baik pihak yayasan maupun tokoh yang dimaksud mengaku tidak mengetahui sama sekali rencana donasi tersebut. Insiden ini sempat membuat warga kehilangan harapan, namun kini mereka bangkit kembali dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan pembangunan masjid impian mereka.






