Nasional

Viral Nervous Necrosis (VNN) Menjadi Momok Petani Ikan: Ancaman Mematikan yang Sulit Dikendalikan

Penyakit Viral Nervous Necrosis (VNN) menjadi ancaman serius bagi sektor perikanan budidaya di Indonesia. Infeksi mematikan ini menyerang sistem saraf ikan, menyebar cepat, dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar bagi para petani.

Penyakit yang menyerang ikan budidaya dapat menghambat pertumbuhan usaha perikanan secara signifikan, terutama jika menyebabkan kematian massal. Salah satu ancaman utama yang harus diwaspadai para petani ikan adalah Viral Nervous Necrosis (VNN).

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

VNN merupakan penyakit infeksius yang menyerang sistem saraf pusat dan retina ikan. Kondisi ini mengakibatkan rusaknya koordinasi gerak dan penglihatan pada ikan yang terinfeksi. Penyakit ini tergolong sangat menular dan sulit diatasi, khususnya di lingkungan pembenihan dan budidaya intensif.

Jenis Ikan yang Rentan Terinfeksi VNN

Menurut pantauan Mureks, ikan laut seperti kerapu (Epinephelus spp.), kakap (Lutjanus spp.), baramundi (Lates calcarifer), dan bandeng (Chanos chanos) paling sering dilaporkan terjangkit VNN. Ikan-ikan muda cenderung lebih mudah terserang karena sistem imunnya belum optimal.

Penyebab dan Penularan VNN pada Ikan

Penyebab utama penyakit ini adalah virus dari genus Betanodavirus, yang juga dikenal sebagai viral nervous necrosis virus. Nodavirus merupakan virus tipe RNA yang memiliki kemampuan bertahan di lingkungan air dengan salinitas tinggi, sehingga sangat mudah menyebar melalui media air budidaya.

Mureks mencatat bahwa penyebaran VNN terjadi melalui beberapa jalur, meskipun detail spesifik jalur penularan tidak disebutkan secara rinci dalam laporan awal.

Gejala Klinis VNN pada Ikan

Ikan yang terinfeksi VNN menunjukkan sejumlah gejala klinis yang khas. Gejala tersebut meliputi ikan berenang melingkar (circular swimming), kehilangan keseimbangan tubuh, serta tampak melayang di permukaan air. Selain itu, bola mata ikan seringkali tampak membesar atau keruh.

Perubahan fisik lainnya yang dapat diamati adalah perubahan warna tubuh menjadi lebih pucat. Ikan yang sakit juga seringkali tidak responsif saat diberi pakan, menunjukkan penurunan nafsu makan yang signifikan.

Pencegahan dan Pengendalian VNN di Budidaya Ikan

Strategi Pencegahan di Lingkungan Budidaya

Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan upaya pengobatan jika wabah VNN sudah terjadi. Beberapa tips utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini meliputi penerapan biosekuriti dan pengaturan manajemen kolam yang ketat.

Terapkan Biosekuriti dan Atur Manajemen Kolam

Biosekuriti adalah tindakan pencegahan dan kontrol yang sistematis di fasilitas budidaya. Langkah ini berperan sangat vital dalam mencegah masuk dan menyebarnya VNN. Tim redaksi Mureks menekankan pentingnya biosekuriti, meskipun rincian tindakan spesifik yang harus dilakukan tidak dijelaskan lebih lanjut dalam sumber informasi ini.

Mureks