Tren

Uniknya ‘Kerapan Sapi Jepang’ di Probolinggo: Balap Traktor Modern Sambut Musim Tanam

PROBOLINGGO – Para petani di Probolinggo menyambut datangnya musim tanam dengan cara yang unik dan meriah: menggelar lomba balap traktor yang dikenal dengan sebutan “Kerapan Sapi Jepang”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Istilah “Sapi Jepang” digunakan bukan tanpa alasan. Jika kerapan sapi tradisional mengandalkan sapi sebagai tenaga utama, dalam lomba ini sapi digantikan oleh mesin traktor. Hal ini menjadi simbol modernisasi pertanian yang tetap mempertahankan semangat tradisi lokal.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Muhamad Arif, salah satu peserta lomba, mengungkapkan bahwa balap traktor ini menjadi hiburan tersendiri bagi para petani setelah seharian bekerja di sawah. “Ini namanya Balap Sapi Jepang, Pak. Disebut begitu karena pakai mesin, bukan sapi. Traktornya ya bawa sendiri-sendiri. Tapi memang harus latihan juga. Mesinnya harus sip,” kata Arif, Jumat (26/12/2025).

Arif menambahkan, kegiatan yang mulanya hanya hiburan petani ini diharapkan dapat dikemas menjadi lebih besar dan menjadi daya tarik unik. “Kalau bisa ya ada lagi dan lebih oke. Harapannya nanti bisa sampai Piala Bupati,” ujarnya.

Agenda Tahunan Desa dan Manfaat Pertanian

Lutfi, Kepala Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, menyampaikan bahwa event balap traktor ini direncanakan menjadi agenda tahunan desa. “Hari ini kami jadikan desa sebagai tempat event, dan Alhamdulillah masyarakat sangat mendukung dan senang. Awalnya ini memang sakak pakai sapi, tapi sekarang dimodifikasi jadi modern. Sapinya diganti traktor,” jelas Lutfi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana silaturahmi antarjoki traktor sekaligus memiliki manfaat langsung bagi pertanian. “Ke depan kami ingin lomba balap traktor atau kerap sapi Jepang ini terus berlanjut. Selain hiburan, juga membantu mengemburkan tanah sawah,” imbuhnya.

Menjalin Silaturahmi dan Melatih Keterampilan

Senada dengan Lutfi, Imam Syafii, Ketua Panitia Lomba Balap Traktor, menyebutkan bahwa kegiatan ini sudah dua kali digelar di Probolinggo dan selalu dilaksanakan menjelang musim tanam. “Event ini biasanya kita adakan sambut musim tanam tiba. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi antar petani. Dulu sakak pakai sapi untuk menggemburkan tanah, sekarang sudah zaman modern pakai traktor,” terang Imam.

Menurut Imam, balap traktor juga melatih keuletan dan keterampilan para joki dalam mengendalikan mesin pertanian. Dengan konsep unik dan bernuansa lokal, balap traktor ‘Sapi Jepang’ diharapkan mampu menjadi ikon baru hiburan rakyat sekaligus mendukung semangat modernisasi pertanian di Kabupaten Probolinggo.

Mureks