Musisi Sal Priadi menjadi sorotan publik setelah sebuah foto dirinya bersama sastrawan Sitok Srengenge beredar luas di media sosial. Foto tersebut memicu kekecewaan di kalangan warganet, mengingat rekam jejak Sitok Srengenge yang pernah tersandung kasus dugaan kekerasan seksual pada tahun 2013.
Menyusul ramainya perbincangan, Sal Priadi segera memberikan klarifikasi melalui akun X resminya, @salpriadi_. Pelantun lagu “Gala Bunga Matahari” itu menjelaskan kronologi di balik momen tersebut, menegaskan bahwa foto itu diambil secara tidak sengaja saat ia bertamu ke rumah anak Sitok.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“ngasih konteks doang. saya main ke rumah anaknya, masuk rumahnya ada bapak dan ibunya, ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” tulis Sal Priadi pada 31 Desember lalu, seperti pantauan Mureks.
Meski berfoto bersama, Sal Priadi secara tegas menyatakan tidak membela tindakan Sitok Srengenge di masa lalu. Ia bahkan tidak ragu melontarkan kata-kata keras terhadap perbuatan Sitok yang pernah menjadi urusan hukum.
“Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. sikap saya clear, saya ga bela. kalo ada pihak yang melintir2 itu urusan dia sama apapun yang dia inginkan soal ini. menurut saya clear, dia jancok,” tegas Sal Priadi.
Belajar dari insiden tersebut, Sal Priadi mengaku akan lebih berhati-hati dalam menerima ajakan berfoto di kemudian hari. “Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto ya, thanks,” imbuhnya.
Klarifikasi Sal Priadi ini langsung memancing ribuan komentar di akun X-nya. Banyak warganet masih meluapkan emosi dan kekecewaan mereka terhadap situasi tersebut. Beberapa komentar yang muncul antara lain:
- “Foto yanng sewajarnya aja mas Sal gak usah pose yang gimana-gimana kesananya kayak akrab jadinya hehe,” tulis seorang netizen.
- “Saya akan terus berpose,” balas Sal Priadi menanggapi.
- “temenan kok sama rapis*,” sindir netizen lainnya.
- “Ya elu juga ngapain temenan sama anaknya Sitok?,” tanya warganet lain.
Sebagai informasi tambahan, Sitok Srengenge sebelumnya pernah ditetapkan sebagai tersangka terkait laporan mahasiswi berinisial RW yang mengaku dihamili olehnya. Menurut Mureks, Sitok ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2014, namun kasus tersebut tidak berujung pada proses pengadilan.






