Tren

Banjir Parah Rendam Kasemen Serang, Ratusan Keluarga Terdampak, Warga Diimbau Mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengimbau warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang, untuk segera mengungsi. Imbauan ini menyusul ketinggian air di permukiman yang mencapai 1,5 meter akibat intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.

Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, pada Jumat (2/1) di Serang, menyatakan bahwa data sementara menunjukkan banjir di Kasemen telah berdampak pada 134 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 406 jiwa. Kawasan Kroya Lama dan Banten Lama menjadi area yang paling terdampak. “Ketinggian air variatif, di lingkungan permukiman mencapai 1 meter sampai 1,5 meter,” kata Lutfi.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Lutfi menjelaskan, eskalasi hujan terjadi sejak siang hari dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam hari. Selain faktor cuaca, kondisi sungai di Kasemen yang dipenuhi bangunan liar turut menghambat aliran air, memperparah genangan yang terjadi. Tim gabungan BPBD Banten telah diterjunkan ke lokasi dengan menyiagakan tiga unit perahu karet untuk proses evakuasi.

“Sebagian warga sudah ada yang bersedia mengungsi, tapi masih ada juga yang mau bertahan di dalam rumah. Kami akan lakukan pertolongan bila mana warga memerlukan perahu untuk evakuasi,” tegas Lutfi, seperti yang dicatat oleh Mureks.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, saat meninjau lokasi rawan banjir di Jl. Raya Cilegon Drangong No.18-19, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Serang, pada Jumat (2/1), mengungkapkan dua faktor utama penyebab terhambatnya aliran air sungai. Pertama, adanya bangunan-bangunan warga yang membentang sepanjang sungai. Kedua, banyaknya sampah yang menutupi jalur aliran air.

“Pangkal utama banjir terus melanda itu akibat tertutupnya akses air oleh bangunan warga dan juga banyaknya sampah. Jadi sedimentasinya kompleks. Ada sampah, lumpur, tanah, batu, dan pasir, sehingga air tidak lancar mengalir dan balik lagi. Jadilah banjir langganan,” jelas Budi Rustandi.

Pihaknya mengimbau masyarakat terdampak agar tetap waspada, mematikan aliran listrik, menyelamatkan barang berharga, serta mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Budi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Ia secara tegas meminta warga yang memiliki bangunan di jalur aliran air untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. “Saya imbau untuk seluruh warga yang bangunannya menghalangi aliran air, agar membongkar. Kalau tidak taat dan patuh, Pemkot Serang yang akan membongkarnya,” pungkas Budi Rustandi.

Mureks