BALIKPAPAN – Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan mencatat tonggak penting dengan beroperasinya perdana terminal minyak mentah (crude terminal) di Lawe-lawe, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Fasilitas vital ini telah memulai pengisian awal sebanyak 320.000 barel minyak mentah.
Humas PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengonfirmasi capaian tersebut pada Kamis (1/1). “Kami memulai pengisian perdana di crude terminal sebanyak 320.000 barel, dari total terminal berkapasitas 1 juta barel di Lawe-lawe,” ujar Asep.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Pengisian perdana ini melibatkan sebuah kapal tanker raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) yang membongkar muatan melalui fasilitas Single Point Mooring (SPM) di Selat Makassar. Lokasi SPM berada sekitar 7 mil dari garis pantai. Proses pembongkaran muatan berlangsung selama lima hari, dari 24 hingga 29 Desember 2025.
Menurut Asep, proses pengisian memanfaatkan fasilitas yang telah ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya melalui proyek RDMP. “Kapal tambat di SPM pada 24–29 Desember 2025, memompa minyak ke crude terminal dengan kecepatan 8.000 barel per jam,” jelasnya.
Keberhasilan operasi perdana ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PT Kilang Pertamina Balikpapan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan, PT Pertamina Marine Solutions (PMSOL), dan PT Patra Logistik. Mureks mencatat bahwa seluruh pihak terlibat aktif dalam pengaturan sandar kapal, pengawasan aliran minyak, hingga pengujian sistem pipa bawah laut.
Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat infrastruktur energi nasional. “Pengisian perdana ini menunjukkan kesiapan fasilitas baru dalam mendukung peningkatan kapasitas kilang dan ketahanan energi nasional,” kata Bambang.
Ia menambahkan, keberhasilan sandar kapal tanker raksasa tersebut menjadi bukti konkret kesiapan sistem penerimaan minyak mentah RDMP Lawe-lawe. Sistem ini mampu menangani pasokan skala besar secara aman dan berkelanjutan.
Sarana tambat SPM di Lawe-lawe terhubung dengan jaringan pipa bawah laut berdiameter 52 inci. Pipa ini membentang sepanjang 13,9 kilometer di lepas pantai dan 6,3 kilometer di darat, langsung menuju Terminal Minyak Mentah Lawe-lawe. Sistem ini dirancang untuk kapasitas alir hingga 8.000 meter kubik per jam dan telah melalui pengujian operasional.
Selain aspek teknis, kegiatan sandar perdana ini juga diwarnai dengan doa bersama. PT Kilang Pertamina Balikpapan turut menyalurkan bantuan sosial kepada panti asuhan serta fasilitas pendidikan di Penajam Paser Utara, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perusahaan.






